Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona belum tentu perlu dirawat di rumah sakit apabila tidak ada gejala yang darurat.
"Kalau semua yang positif dirawat, rumah sakit akan penuh. Yang penting adalah melakukan isolasi mandiri dengan tetap dipantau oleh tenaga kesehatan," kata Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, hari ini.
Yurianto mengatakan yang perlu langsung dirawat saat diketahui positif terinfeksi virus corona adalah orang-orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dan hipertensi.
Bila gejala yang muncul masih berupa demam, batuk, dan pilek saja, maka hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah dan mengonsumsi obat-obatan yang bisa mengurangi gejalanya.
"Kalau misalnya demam, maka minum obat penurun panas. Begitu juga yang batuk cukup diberi obat batuk. Namun, bila sudah mengalami gangguan pernafasan atau sesak nafas, maka harus langsung dirawat di rumah sakit," tuturnya.
Baca juga: IDI: Tingkat Akurasi Deteksi Covid-19 dengan Rapid Test Capai 95%
Yurianto mengatakan seseorang yang positif terinfeksi virus corona bisa mengalami gangguan pernafasan karena dahak yang banyak di saluran pernafasan sudah mulai masuk ke paru-paru.
"Kalau sudah mengalami gangguan pernafasan, maka di rumah sakit perlu langsung di-rontgent untuk mengetahui penyebabnya secara pasti," katanya.
Dalam jumpa pers tersebut, Yurianto menyebutkan hingga Jumat pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif virus corona bertambah 60 kasus menjadi 369 kasus. Jumlah kasus meninggal dunia juga bertambah tujuh kasus menjadi 32 kasus.
Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah satu orang, sehingga sudah ada 17 orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. (OL-4)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved