Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI awal usia 30 tahun, Rebecca Vilendrer merasa dirinya butuh kacamata untuk membantunya beraktivitas sehari-hari. Saat memeriksakan diri ke dokter, ia harus melakukan serangkaian tes, termasuk tes tekanan bola mata. Hasil dari tes itu sangat mengejutkan dirinya.
"Saya didiagnosis mengalami glaukoma. Saya tidak mengerti itu. Keluarga dan kerabat saya juga tidak ada yang punya sejarah glaukoma," tutur perempuan yang berasal dari Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, itu seperti dikutip dalam laman Facebook Glaucoma Research Foundation (GRF), kemarin.
Sejak divonis glaukoma, perempuan berambut pirang itu mengaku dalam kontrol pengawasan dokter.
"Lima belas tahun setelah saya divonis glaukoma, ayah mengalaminya juga. Jadi dia tahu glaukoma. Saya pun berusaha menyuarakan kepada yang lain, betapa pentingnya mengedukasi mereka soal glaukoma," sebutnya.
Glaukoma juga nyatanya dialami Thareq Kemal Habibie, putra kedua mendiang Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Kemunculan Thareq dengan satu penutup mata kanannya langsung menarik perhatian publik. Saat acara tahlilan sang ayah, Thareq pun menjelaskan asal mula dirinya terkena glaukoma. "Saya itu kan sebetulnya diabetes. Diabetes itu mengakibatkan saya jadi glaukoma," imbuhnya, Sabtu (14/9).
Glaukoma yang dideritanya sejak 3,5 tahun lalu itu menyebabkan perubahan tekanan di bola mata kanannya menjadi sebesar 25 mmHg, sementara mata kirinya normal, hanya 13 mmHg. Akibat tekanan yang tinggi itu, jelasnya, fungsi retina matanya pun terganggu.
"Di bagian belakang cahaya akan masuk, itu namanya retina ya. Retina itu karena kegencet, jadi sel-selnya hancur, 100% sudah hancur," beber suami Widya Leksmanawati tersebut.
Dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, dr Muhammad Yoserizal, menjelaskan glaukoma adalah penyakit yang merusak saraf mata akibat penumpukan cairan di bilik mata depan sehingga terjadi peningkatan tekanan bola mata.
Tekanan bola mata yang tinggi atau melebihi 21 mmHg, imbuhnya, dapat merusak saraf optik dan mengakibatkan luas lapang pandang menyempit hingga menyebabkan kebutaan.
"Glaukoma penyebab kebutaan kedua di dunia menurut WHO (World Health Organization)," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (16/9).
Jika tekanan pada mata tiba-tiba tinggi, mata merah, mata terasa pegal sampai sakit kepala, mual, dan muntah, sakit kepala sebelah, dan penglihatan menjadi buram, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
Faktor penyebab
Glaukoma dibagi menjadi dua macam berdasarkan faktor penyebabnya, yakni primer dan sekunder. Glaukoma primer terjadi karena kelainan struktur pada mata tanpa ditemukan sebab lain. Adapun glaukoma sekunder disebabkan faktor yang berbeda, misalnya pemakaian obat tetes mata yang mengandung steroid, pengidap diabetes, katarak yang sudah terlalu tebal atau matang, peradangan di mata (uveitis), dan trauma pada mata.
Seseorang yang telah terkena glaukoma primer tidak dapat disembuhkan. Pada glaukoma sekunder, jika penyebabnya bisa dihilangkan seperti diabetes, tekanan bola mata bisa kembali normal. Namun, kerusakan saraf mata tidak dapat kembali seperti semula.
"Kalau sudah berat kerusakannya, biasanya orang akan suka jalan menabrak-nabrak. Kalau bawa mobil, suka sering menyerempet atau diserempet," ujarnya.
Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan glaukoma. Namun, penyakit glaukoma primer maupun sekunder dapat dicegah melalui screening, terutama jika memiliki orangtua yang mengidap glaukoma. "Usia 45 tahun ke atas dicek lapang pandang atau tes humfrey."
Pasien yang sudah terjangkit glaukoma disarankan untuk mengontrol tekanan bola mata agar penyakit tidak semakin parah dengan pemeriksaan teratur, terapi berupa obat, hingga operasi. Itu seperti yang dilakukan Rebecca Vilendrer.
"Tanpa pengobatan yang tepat, glaukoma dapat berakhir pada kebutaan." (H-2)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved