Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASIEN pengidap diabetes melitus tipe 2 (DMT2) rentan terhadap risiko hipoglikemia saat berpuasa. Umumnya para pasien diabetes tidak bisa menuntaskan puasa sebulan penuh karena risiko hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula dalam darah yang berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70mg/dL.
Oleh karena itu, penting bagi pasen DMT2 untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah hipoglikemia.
Ketua Departemen Endokrinologi dan Diabetes, RS Angkatan Bersenjata Al Hada Saudi Arabia, Prof. Dr. Saud N. M. Al-Sifri saat menjadi pembicara
Management of Diabetes During Ramadhan Fasting yang diikuti oleh lebih dari 500 tenaga ahli kesehatan dari 7 kota besar di Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/4), membenarkan bahwa berpuasa sangat erat dengan meningkatnya angka risiko hipoglikimea pada pasien diabetes.
"Maka sangat penting pemilihan terapi terhadap kondisi pasien diabetes. Pemantauan gula darah rutin, dan anjuran penanganan diabetes," ujar Saud.
Agar pasien diabetes agar bisa tetap berpuasa, Saud memperkenalkan terapi DPP4i, sebuah terapi baru untuk menggantikan obat diabetes yang selama ini sudah diresepkan dan dipakai pasien dibetes tipe 2 di seluruh dunia.
"Penggunaan kelas terapi DPP4i menunjukan risiko rendah terjadinya hipoglikemia bagi pasien diabetes yang berpuasa selama Ramadan. Oleh karenanya menjadi kelas terapi yang baik dan aman untuk pasien diabetes tipe 2," ujarnya.
baca juga: Puasa dan Risiko Penyakit Degenerasi
Terapi DPP4i atau inhibitor dipeptidyl peptidase 4 adalah terapi untuk mengurangi kadar glukagon dan glukosa darah. Menurut Saud, mekanisme terapi ini untuk meningkatkan kadar incretin yang menghambat peleasan glukagon. "Pada gilirannya meningkatkan sekresi insulin, mengurangi pengosongan lambung dan mengurangi kadar glukosa darah," jelasnya.
dr Dicky Levenus Tahapary dari PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) menambahkan saat berpuasa selain terjadi perubahan waktu makan juga jenis makanan.
"Untuk pasien DMT2 tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu cukup lama. Maka diperlukan beberapa perubahan dalam terapi diabetes, agar kadar gula dalam darah tidak turun drastis atau naik terlalu tinggi," ujar Dicky.
Diakuinya hipoglikemia kerap dijumpai pada pasien diabetes saat menjalani puasa. "Sebaiknya pasien diabetes berkonsultasi ke dokter sekitar dua sampai tiga bulan sebelum puasa," tambahnya. (OL-3)
Pakar kesehatan olahraga menyarankan transisi bertahap saat kembali berolahraga usai Lebaran untuk menghindari cedera dan detraining effect.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved