Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI film biopic terbaru bertajuk "Michael" ternyata menyimpan drama yang tidak kalah pelik dari kehidupan sang Raja Pop itu sendiri.
Laporan terbaru mengungkapkan sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King menerima tambahan bayaran sebesar US$25 juta (sekitar Rp432 miliar) setelah mereka dipaksa menghapus seluruh adegan yang berkaitan dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak.
Keputusan besar ini diambil setelah tim produksi menyadari adanya hambatan hukum terkait kesepakatan masa lalu Michael Jackson dengan keluarga Jordan Chandler.
Dilansir dari PEOPLE, awalnya sutradara Antoine Fuqua dijadwalkan menerima bayaran sebesar US$10 juta (Rp173 miliar), sementara produser Graham King sebesar US$6 juta (Rp103 miliar). Namun, angka tersebut membengkak drastis setelah laporan dari Bloomberg menyebutkan Fuqua mendapatkan tambahan US$15 juta USD (sekitar Rp259 miliar) dan King tambahan US$10 juta (Rp173 miliar).
Kenaikan bayaran ini bukan tanpa alasan. Juru bicara King menjelaskan kepada PEOPLE bahwa pembayaran tersebut terkait dengan pengembangan anggaran baru dan penundaan proyek lain akibat jadwal syuting ulang yang mendadak.
"Graham King telah mengerjakan film Michael selama tujuh tahun. Karena film tersebut perlu kembali diproduksi dan anggaran baru dikembangkan, King dan Antoine Fuqua harus menunda proyek dan komitmen lainnya. Ini adalah bagian dari anggaran yang baru dibentuk dan merupakan uang muka terhadap film tersebut," ujar juru bicara tersebut.
Masalah hukum ini berakar dari kejadian tahun 1993, saat Jackson dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Jordan Chandler yang berusia 13 tahun. Untuk menyelesaikan gugatan perdata tersebut, Jackson membayar keluarga Chandler sekitar US$25 juta (Rp432 miliar).
Ternyata, dalam penyelesaian tersebut terdapat klausul yang melarang keluarga Chandler disebutkan atau didramatisasi dalam sebuah film. Ironisnya, tim hukum ahli waris Jackson baru menyadari dampak klausul ini setelah adegan-adegan penting selesai difilmkan.
Script asli film ini sebenarnya mencakup momen-momen kelam tersebut. Variety melaporkan adanya adegan saat Michael menatap cermin dengan lampu polisi yang berkedip di belakangnya tahun 1993, serta penggeledahan Neverland Ranch, kediaman pribadi Michael Jackson, oleh penyelidik.
Namun, karena adanya batasan hukum, adegan-adegan tersebut harus dibuang total. Versi final film yang dirilis pada 24 April 2026 pun akhirnya mengalami perubahan lingkup cerita yang signifikan.
Kini, film tersebut lebih berfokus pada kebangkitan Michael Jackson menuju ketenaran global, mulai dari era Jackson 5 hingga menjelang pembuatan album "Bad" tahun 1988, tanpa menyentuh tuduhan pelecehan sama sekali. Satu-satunya unsur kekerasan yang ditampilkan dalam film ini adalah perlakuan kasar ayah Michael, Joe Jackson, terhadap anak-anaknya.
Meskipun melewatkan babak-babak kontroversial di tahun-tahun terakhir kehidupan Jackson, pihak Lionsgate mengisyaratkan adanya kemungkinan sekuel. Hal ini diperkuat dengan munculnya kartu judul bertuliskan "His Story Continues" di akhir film.
Muncul pertanyaan besar: apakah tuduhan pelecehan seksual perlu diangkat dalam sekuel untuk menceritakan kisah Michael Jackson secara utuh? Chairman Lionsgate Motion Picture Group, Adam Fogelson, menyatakan dukungannya jika sutradara Antoine Fuqua dan penulis John Logan memutuskan untuk mengambil arah tersebut.
"Dari perspektif saya, penting untuk mencoba memberikan pemahaman yang autentik kepada penonton tentang siapa Michael Jackson sebenarnya. Jadi saya pikir hal itu bisa dilakukan dengan atau tanpa beberapa bagian di babak ketiga yang terpaksa dibuang," kata Fogelson kepada Business Insider.
Meski menuai perdebatan, film "Michael" diprediksi tetap sukses secara komersial dengan pendapatan lebih dari US$100 juta (Rp1.73 triliun) di seluruh dunia pada akhir pekan pembukaannya. (People/Business Insider/Z-2)
FILM biopik terbaru bertajuk Michael, yang mengangkat perjalanan hidup sang King of Pop Michael Jackson, resmi memulai debut globalnya pada 24 April 2026.
JAAFAR Jackson, keponakan dari Michael Jackson, memamerkan gerakan tariannya dalam teaser pertama yang dirilis untuk film drama musikal biopik berjudul Michael.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved