Film Biopik Michael Jackson Pecahkan Rekor Pendapatan, Picu Perdebatan Penonton dan Kritikus

Intan Safitri
27/4/2026 14:29
Film Biopik Michael Jackson Pecahkan Rekor Pendapatan, Picu Perdebatan Penonton dan Kritikus
Degan di film biopik terbaru bertajuk Michael.(Dok. Universal Pictures)

FILM biopik terbaru bertajuk Michael, yang mengangkat perjalanan hidup sang King of Pop Michael Jackson, resmi memulai debut globalnya pada 24 April 2026 dan tayang di Indonesia pada 22 April 2026. Dalam tiga hari pertama penayangannya, film arahan sutradara Antoine Fuqua ini mencatatkan pendapatan sebesar US$39,5 juta, memecahkan rekor pembukaan tertinggi untuk kategori film biopik musik. Meski sukses secara komersial, film ini memicu perbedaan opini yang kontras antara respons audiens dan penilaian kritikus profesional.

Transformasi Jaafar Jackson yang Identik

Fokus utama perhatian penonton tertuju pada performa Jaafar Jackson, keponakan kandung mendiang Michael Jackson, yang memerankan tokoh utama. Variety melaporkan bahwa Jaafar berhasil melakukan transformasi yang dinilai sangat akurat secara visual maupun vokal.

Penonton pada pemutaran perdana memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan Jaafar dalam meniru gestur tubuh, teknik tari, hingga intonasi bicara sang legenda. Kehadiran Jaafar dianggap memberikan kedalaman emosional tersendiri, terutama dalam adegan-adegan ikonik yang merekonstruksi penampilan panggung legendaris Michael Jackson pada era 1980-an.

Visual Megah dan Nostalgia Konser

Dari sisi produksi, film ini dipuji karena keberhasilannya menghadirkan kualitas visual yang spektakuler. Penggunaan sinematografi tingkat tinggi dalam mereka ulang konser-konser besar seperti era Thriller dan Beat It membuat suasana bioskop terasa layaknya area konser asli. Hal ini berkontribusi besar pada skor audiens di platform Rotten Tomatoes yang menyentuh angka 97%.

Selain aspek musikal, akting Colman Domingo sebagai Joe Jackson juga menjadi sorotan. Domingo dinilai sukses menggambarkan sisi otoriter dan kompleksitas hubungan antara ayah dan anak yang menjadi fondasi emosional dalam narasi film tersebut.

Kesenjangan Penilaian Kritikus

Meskipun dicintai oleh penggemar, para kritikus film profesional memberikan penilaian yang jauh lebih rendah, yakni di kisaran 38%. Kritik dari The Guardian adalah naskah film yang dianggap terlalu bermain aman. Film ini dinilai cenderung menghindari pembahasan mengenai berbagai kontroversi hukum dan sisi gelap kehidupan pribadi Jackson di masa tua.

Para kritikus berpendapat bahwa narasi film lebih menyerupai kompilasi momen-momen sukses dan surat cinta untuk penggemar, alih-alih sebuah studi biografi yang berani dan objektif. Durasi film sepanjang 150 menit tersebut dianggap belum cukup untuk memberikan analisis psikologis yang mendalam mengenai kepribadian asli sang musisi di balik popularitas globalnya.

Saat ini, Michael masih menjadi perbincangan utama di industri perfilman global. Tingginya angka penjualan tiket menunjukkan bahwa daya tarik sosok Michael Jackson tetap kuat, meskipun pendekatan naratif film tersebut masih meninggalkan celah diskusi bagi para pemerhati film yang menginginkan sudut pandang lebih kritis.
(Variety, Rotten Tomatoes, The Guardian/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya