Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM narasi Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami, Culling Game (Shimetsu Kaiyu) merupakan salah satu arc paling kompleks dan brutal. Turnamen maut ini bukan sekadar pertarungan antar penyihir modern, melainkan sebuah eksperimen berskala besar yang dirancang oleh Kenjaku. Salah satu elemen paling menarik adalah kemunculan kembali para penyihir dari era Heian hingga Edo yang telah mati ribuan tahun lalu.
Culling Game adalah permainan eliminasi yang melibatkan para pengguna energi kutukan di seluruh Jepang. Permainan ini dipicu oleh Kenjaku setelah peristiwa Shibuya Incident. Dengan menggunakan teknik Idle Transfiguration milik Mahito yang telah diserap, Kenjaku mengaktifkan tanda yang ia tanamkan pada ribuan orang non-penyihir untuk menjadi penyihir modern atau menjadi wadah bagi penyihir masa lalu.
Permainan ini berlangsung di 10 koloni yang tersebar di seluruh Jepang, membentuk sebuah penghalang (barrier) raksasa yang berfungsi untuk memproses energi kutukan dalam jumlah masif.
Keterlibatan penyihir dari masa lalu bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa faktor utama mengapa Kenjaku membangkitkan mereka:
Selama berabad-abad, Kenjaku telah melakukan perjalanan dan membuat kontrak dengan berbagai penyihir kuat yang merasa tidak puas dengan era mereka atau ingin menantang diri di masa depan. Para penyihir ini setuju untuk menjadi objek kutukan (seperti jari Sukuna) agar bisa dibangkitkan kembali di era modern melalui wadah manusia.
Penyihir modern, kecuali segelintir orang seperti Gojo Satoru, cenderung memiliki level kekuatan yang lebih rendah dibandingkan penyihir dari "Era Keemasan Sihir" (Era Heian). Untuk mencapai tujuannya, Kenjaku membutuhkan sirkulasi energi kutukan yang sangat besar dan intens. Penyihir tua membawa teknik kutukan yang lebih murni, brutal, dan efisien untuk memicu konflik yang lebih berdarah.
Kenjaku ingin melihat apa yang terjadi jika energi kutukan dioptimalkan hingga batas maksimal. Dengan mempertemukan penyihir masa lalu yang berpengalaman dengan penyihir modern yang memiliki teknik inovatif, ia menciptakan "kawah candradimuka" untuk melahirkan bentuk baru dari energi kutukan.
Beberapa nama besar yang muncul kembali dalam Culling Game antara lain:
Seluruh pertumpahan darah dalam Culling Game hanyalah ritual persiapan. Energi kutukan yang terkumpul dari kematian para peserta digunakan untuk mengondisikan seluruh populasi Jepang agar bisa bergabung dengan Master Tengen. Jika ini terjadi, umat manusia akan berevolusi menjadi entitas baru yang melampaui penyihir jujutsu, namun dengan risiko hilangnya individualitas dan potensi munculnya kutukan yang bisa menghancurkan dunia. (Z-4)
Hingga saat ini, pihak MAPPA Studio maupun komite produksi Jujutsu Kaisen belum memberikan tanggal rilis spesifik untuk Season 4.
Sebagai kelanjutan langsung dari peristiwa di Shibuya Incident dan awal Culling Game, Season 4 diprediksi akan menjadi babak paling intens bagi Yuji Itadori dan kawan-kawan.
Penambahan aturan ini menjadi kunci strategi bagi protagonis seperti Itadori Yuuji dan Megumi Fushiguro untuk menyelamatkan Tsumiki serta menghentikan pertumpahan darah.
Perlu dicatat bahwa MAPPA dikenal memiliki standar kualitas visual yang sangat tinggi, yang berarti proses produksi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Alasan utama mengapa mereka tidak saling menyerang adalah adanya Deadlock atau kebuntuan kekuatan empat arah. Dalam dunia Jujutsu, ketika beberapa entitas dengan kekuatan yang setara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved