Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM semesta Jujutsu Kaisen, arc Culling Game (Permainan Pemusnahan) merupakan salah satu fase paling kompleks dan mematikan yang dirancang oleh Kenjaku. Permainan ini tidak bersifat statis; para pemain memiliki otoritas untuk memodifikasi jalannya permainan dengan menambahkan aturan baru menggunakan poin yang mereka kumpulkan.
Penambahan aturan ini menjadi kunci strategi bagi protagonis seperti Itadori Yuuji dan Megumi Fushiguro untuk menyelamatkan Tsumiki serta menghentikan pertumpahan darah.
Sebagai informasi, aturan dasar Culling Game terdiri dari 10 poin awal yang sangat ketat. Namun, seiring berjalannya cerita, beberapa aturan krusial telah ditambahkan. Berikut adalah daftar 9 peraturan baru Culling Game yang telah ditambahkan oleh para pemain selama permainan berlangsung.
Setiap pemain yang berhasil mengumpulkan 100 poin memiliki hak untuk meminta Kogane (asisten pribadi pemain) untuk menambahkan satu aturan baru. Namun, Game Master memiliki hak untuk menolak aturan tersebut jika dianggap akan mengganggu kelangsungan jangka panjang Culling Game secara signifikan.
Ditambahkan oleh: Hajime Kashimo. Aturan ini memungkinkan pemain untuk melihat informasi pemain lain di dalam koloni, termasuk nama, jumlah poin, jumlah aturan yang ditambahkan, dan lokasi mereka saat ini. Kashimo menambahkan ini untuk mempermudah dirinya mencari Sukuna.
Ditambahkan oleh: Hiromi Higuruma (atas permintaan Yuuji). Ini adalah aturan paling krusial bagi tim protagonis. Aturan ini memungkinkan pemain untuk mentransfer sejumlah poin kepada pemain lain. Hal ini bertujuan agar pemain yang tidak ingin membunuh tetap bisa bertahan hidup dengan menerima poin dari rekan setimnya.
Ditambahkan oleh: Yorozu (menggunakan identitas Tsumiki Fushiguro). Aturan ini memungkinkan pemain untuk keluar dari Culling Game dengan cara mengonsumsi 100 poin dan mengundang pemain baru dari luar koloni sebagai pengganti. Aturan ini awalnya dimaksudkan Megumi untuk menyelamatkan kakaknya, namun justru menjadi bumerang.
Ditambahkan oleh: Maki Zenin/Ui Ui (secara tidak langsung melalui interaksi teknis). Meskipun bukan aturan yang "dibeli" dengan poin secara formal dalam narasi awal, aksesibilitas antar koloni menjadi terbuka setelah intervensi Kenjaku yang mengizinkan pergerakan bebas bagi pemain tertentu untuk mempercepat akumulasi energi kutukan.
Ditambahkan oleh: Kenjaku. Untuk memastikan rencananya tidak diganggu lebih lanjut oleh pihak Jujutsu High, Kenjaku menambahkan aturan yang menutup kemungkinan adanya penambahan aturan baru yang bersifat kontradiktif dengan tujuan akhir merger Tengen.
Ditambahkan oleh: Kenjaku. Aturan ini menyatakan bahwa Culling Game akan berakhir hanya jika semua pemain telah mati, kecuali Geto Suguru (Kenjaku) dan Megumi Fushiguro (yang saat itu sudah dirasuki Sukuna).
Melalui ancaman terhadap Tengen dan manipulasi struktur permainan, Kenjaku memaksa Kogane untuk memberikan hak administratif penuh kepadanya, yang secara efektif menjadikannya wasit sekaligus pemain.
Aturan ini ditambahkan untuk mencegah adanya pemain baru atau intervensi militer asing (seperti tentara Amerika Serikat) yang masuk lebih jauh ke dalam koloni setelah energi kutukan yang dibutuhkan sudah mencukupi.
Aturan terakhir yang ditambahkan Kenjaku untuk memulai proses merger antara Master Tengen dengan seluruh populasi non-penyihir di Jepang. Ini adalah aturan "kiamat" yang menjadi puncak dari seluruh rencana Kenjaku.
Penambahan aturan nomor 12 (Transfer Poin) adalah titik balik yang menyelamatkan moralitas Itadori Yuuji. Tanpa aturan ini, para penyihir baik akan dipaksa membunuh satu sama lain hanya untuk menghindari eksekusi oleh sistem Culling Game. Namun, aturan nomor 16 yang ditambahkan Kenjaku mengubah permainan menjadi battle royale murni di mana tidak ada jalan keluar selain kematian lawan.
Culling Game bukan sekadar pertarungan fisik, melainkan pertarungan kecerdasan dalam memanipulasi hukum permainan. Sembilan aturan baru di atas menunjukkan bagaimana dinamika kekuasaan bergeser dari upaya penyelamatan Megumi menuju rencana pemusnahan massal yang dirancang Kenjaku. (Z-4)
Hingga saat ini, pihak MAPPA Studio maupun komite produksi Jujutsu Kaisen belum memberikan tanggal rilis spesifik untuk Season 4.
Sebagai kelanjutan langsung dari peristiwa di Shibuya Incident dan awal Culling Game, Season 4 diprediksi akan menjadi babak paling intens bagi Yuji Itadori dan kawan-kawan.
Culling Game adalah permainan eliminasi yang melibatkan para pengguna energi kutukan di seluruh Jepang. Permainan ini dipicu oleh Kenjaku setelah peristiwa Shibuya Incident.
Perlu dicatat bahwa MAPPA dikenal memiliki standar kualitas visual yang sangat tinggi, yang berarti proses produksi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Alasan utama mengapa mereka tidak saling menyerang adalah adanya Deadlock atau kebuntuan kekuatan empat arah. Dalam dunia Jujutsu, ketika beberapa entitas dengan kekuatan yang setara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved