9 Daftar Peraturan Baru Culling Game Jujustu Kaisen yang Baru Ditambahkan

Reynaldi Andrian Pamungkas
11/4/2026 23:10
9 Daftar Peraturan Baru Culling Game Jujustu Kaisen yang Baru Ditambahkan
Jujutsu Kaisen(Doc IMDB)

DALAM semesta Jujutsu Kaisen, arc Culling Game (Permainan Pemusnahan) merupakan salah satu fase paling kompleks dan mematikan yang dirancang oleh Kenjaku. Permainan ini tidak bersifat statis; para pemain memiliki otoritas untuk memodifikasi jalannya permainan dengan menambahkan aturan baru menggunakan poin yang mereka kumpulkan.

Penambahan aturan ini menjadi kunci strategi bagi protagonis seperti Itadori Yuuji dan Megumi Fushiguro untuk menyelamatkan Tsumiki serta menghentikan pertumpahan darah.

Sebagai informasi, aturan dasar Culling Game terdiri dari 10 poin awal yang sangat ketat. Namun, seiring berjalannya cerita, beberapa aturan krusial telah ditambahkan. Berikut adalah daftar 9 peraturan baru Culling Game yang telah ditambahkan oleh para pemain selama permainan berlangsung.

Mekanisme Penambahan Aturan

Setiap pemain yang berhasil mengumpulkan 100 poin memiliki hak untuk meminta Kogane (asisten pribadi pemain) untuk menambahkan satu aturan baru. Namun, Game Master memiliki hak untuk menolak aturan tersebut jika dianggap akan mengganggu kelangsungan jangka panjang Culling Game secara signifikan.

Daftar 9 Peraturan Baru

1. Transparansi Informasi Pemain (Aturan No. 11)

Ditambahkan oleh: Hajime Kashimo. Aturan ini memungkinkan pemain untuk melihat informasi pemain lain di dalam koloni, termasuk nama, jumlah poin, jumlah aturan yang ditambahkan, dan lokasi mereka saat ini. Kashimo menambahkan ini untuk mempermudah dirinya mencari Sukuna.

2. Transfer Poin Antar Pemain (Aturan No. 12)

Ditambahkan oleh: Hiromi Higuruma (atas permintaan Yuuji). Ini adalah aturan paling krusial bagi tim protagonis. Aturan ini memungkinkan pemain untuk mentransfer sejumlah poin kepada pemain lain. Hal ini bertujuan agar pemain yang tidak ingin membunuh tetap bisa bertahan hidup dengan menerima poin dari rekan setimnya.

3. Penarikan Pemain dari Permainan (Aturan No. 13)

Ditambahkan oleh: Yorozu (menggunakan identitas Tsumiki Fushiguro). Aturan ini memungkinkan pemain untuk keluar dari Culling Game dengan cara mengonsumsi 100 poin dan mengundang pemain baru dari luar koloni sebagai pengganti. Aturan ini awalnya dimaksudkan Megumi untuk menyelamatkan kakaknya, namun justru menjadi bumerang.

4. Kebebasan Keluar-Masuk Koloni (Aturan No. 14)

Ditambahkan oleh: Maki Zenin/Ui Ui (secara tidak langsung melalui interaksi teknis). Meskipun bukan aturan yang "dibeli" dengan poin secara formal dalam narasi awal, aksesibilitas antar koloni menjadi terbuka setelah intervensi Kenjaku yang mengizinkan pergerakan bebas bagi pemain tertentu untuk mempercepat akumulasi energi kutukan.

5. Larangan Penambahan Aturan Baru (Aturan No. 15)

Ditambahkan oleh: Kenjaku. Untuk memastikan rencananya tidak diganggu lebih lanjut oleh pihak Jujutsu High, Kenjaku menambahkan aturan yang menutup kemungkinan adanya penambahan aturan baru yang bersifat kontradiktif dengan tujuan akhir merger Tengen.

6. Syarat Pengakhiran Culling Game (Aturan No. 16)

Ditambahkan oleh: Kenjaku. Aturan ini menyatakan bahwa Culling Game akan berakhir hanya jika semua pemain telah mati, kecuali Geto Suguru (Kenjaku) dan Megumi Fushiguro (yang saat itu sudah dirasuki Sukuna).

7. Otoritas Game Master kepada Kenjaku (Aturan No. 17)

Melalui ancaman terhadap Tengen dan manipulasi struktur permainan, Kenjaku memaksa Kogane untuk memberikan hak administratif penuh kepadanya, yang secara efektif menjadikannya wasit sekaligus pemain.

8. Penutupan Pintu Masuk Koloni Baru (Aturan No. 18)

Aturan ini ditambahkan untuk mencegah adanya pemain baru atau intervensi militer asing (seperti tentara Amerika Serikat) yang masuk lebih jauh ke dalam koloni setelah energi kutukan yang dibutuhkan sudah mencukupi.

9. Finalisasi Merger Tengen (Aturan No. 19)

Aturan terakhir yang ditambahkan Kenjaku untuk memulai proses merger antara Master Tengen dengan seluruh populasi non-penyihir di Jepang. Ini adalah aturan "kiamat" yang menjadi puncak dari seluruh rencana Kenjaku.

Penambahan aturan nomor 12 (Transfer Poin) adalah titik balik yang menyelamatkan moralitas Itadori Yuuji. Tanpa aturan ini, para penyihir baik akan dipaksa membunuh satu sama lain hanya untuk menghindari eksekusi oleh sistem Culling Game. Namun, aturan nomor 16 yang ditambahkan Kenjaku mengubah permainan menjadi battle royale murni di mana tidak ada jalan keluar selain kematian lawan.

Culling Game bukan sekadar pertarungan fisik, melainkan pertarungan kecerdasan dalam memanipulasi hukum permainan. Sembilan aturan baru di atas menunjukkan bagaimana dinamika kekuasaan bergeser dari upaya penyelamatan Megumi menuju rencana pemusnahan massal yang dirancang Kenjaku. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya