Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEAN “Diddy” Combs kembali menjadi sorotan setelah mengecam docuseries terbaru Netflix berjudul Sean Combs: The Reckoning. Serial yang diproduseri musuh lamanya, 50 Cent, disebut Combs sebagai “hit piece memalukan” dan dituding menggunakan rekaman pribadi yang diperoleh secara tidak sah.
Docuseries empat episode tersebut akan tayang 2 Desember dan digambarkan sebagai “pemeriksaan mendalam terhadap sosok mogul media, legenda musik, sekaligus pelaku kejahatan yang telah divonis”. Serial ini menampilkan rekaman eksklusif Combs dan lingkaran terdekatnya selama bertahun-tahun, termasuk cuplikan dari 10 September 2024 ketika kasus kejahatan federalnya semakin menekan.
Dalam cuplikan itu, Combs terdengar berkata, “Kita kalah,” sambil memegang ponsel di dalam kamar hotel. Ia kemudian meminta seseorang yang “bersedia bekerja dengan kami dan pernah berkecimpung dalam bisnis yang paling kotor”.
Melalui juru bicara, Combs menuduh Netflix menggunakan rekaman “momen pribadi, materi sebelum dakwaan dari proyek yang belum selesai, serta percakapan terkait strategi hukum”. Menurut Combs diperoleh secara ilegal.
“Teaser GMA hari ini mengonfirmasi bahwa Netflix bergantung pada rekaman yang dicuri dan tidak pernah diizinkan untuk dirilis,” bunyi pernyataan tersebut. “Seperti yang diketahui Netflix dan CEO Ted Sarandos, Tuan Combs telah mengumpulkan rekaman sejak usia 19 tahun untuk menceritakan kisahnya dengan caranya sendiri. Tidak adil dan melanggar hukum bagi Netflix untuk menyalahgunakan karya tersebut.
“Tidak satu pun dari materi ini diperoleh dari Sean Combs atau timnya, dan kehadirannya menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana materi itu diakses dan mengapa Netflix memilih menggunakannya,” lanjut pernyataan tersebut, sembari menyebut bahwa tim hukum Combs telah menghubungi Netflix.
Combs juga menyebut serial itu lahir dari “dendam pribadi” 50 Cent, hanya beberapa jam setelah sang rapper mempromosikan dokumenter tersebut di Good Morning America bersama sutradara Alexandria Stapleton. Mereka tidak membahas asal-usul rekaman, namun Stapleton menegaskan kepada Hollywood Reporter “rekaman itu diperoleh sepenuhnya secara legal”.
Ketika ditanya apakah keterlibatannya dipicu oleh rivalitas lamanya dengan Combs, 50 Cent pernah merilis lagu sindiran pada 2006, sang rapper memilih merendah. “Ini bukan soal pribadi,” katanya. Ia menambahkan bahwa jika ia diam saja, publik bisa saja berpikir “hip-hop baik-baik saja dengan perilakunya. Tidak ada orang lain yang bersuara.”
Dalam pengumuman serial, Stapleton menyatakan dokumenter ini menjadi “cermin bagi publik, dan apa yang kita katakan ketika menempatkan selebritas di atas pedestal yang begitu tinggi. Saya berharap [dokumenter ini] menjadi pengingat cara kita mengidolakan orang, dan memahami bahwa semua orang adalah manusia.”
Kontroversi docuseries ini muncul di tengah rentetan masalah hukum Combs. Setelah persidangan federal yang intens pada musim panas lalu, termasuk kesaksian emosional dari mantan kekasihnya, Cassie, Combs dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pengangkutan untuk tujuan prostitusi. Ia dituduh menerbangkan pacar dan pekerja seks laki-laki ke berbagai negara bagian untuk melakukan aktivitas seksual yang disertai narkoba. Namun ia dibebaskan dari dakwaan perdagangan seks dan pemerasan yang dapat membuatnya dipenjara seumur hidup.
Pada Oktober, Combs dijatuhi hukuman empat tahun dua bulan dan kini menjalani masa tahanan di New Jersey. Ia dijadwalkan bebas pada Mei 2028, dengan kemungkinan pengurangan masa hukuman melalui program rehabilitasi. Meski begitu, kasus baru kembali muncul. Pada bulan lalu, Departemen Sheriff Los Angeles mengumumkan penyelidikan atas tuduhan sexual battery yang terjadi pada 2020, melibatkan insiden eksposur dan pelecehan seksual. (The Guardian/Z-2)
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Perseteruan antara rapper 50 Cent dan Sean "Diddy" Combs telah berlangsung selama bertahun-tahun, dimulai dari lagu diss yang dirilis oleh 50 Cent pada 2006.
50 Cent mengungkapkan alasannya mengkritik Sean “Diddy” Combs selama bertahun-tahun . Rapper tersebut mengklaim ia hanya mengutarakan pandangannya selama 10 tahun.
Rapper 50 Cent melakukan kunjungan ke Capitol Hill bersama pengacara hak sipil Ben Crump mendorong lebih banyak representasi bisnis kulit hitam dalam industri minuman keras mewah.
50 Cent mengatakan satu-satunya hal yang bisa membuat dia kembali melakukan tur selepas tur Final Lap adalah jika mentor-mentornya, Eminem dan Dr Dre, mau ambil bagian dalam turnya.
Konflik memuncak ketika sang protagonis menyadari bahwa "entitas" yang mengabulkan keinginan tersebut tidak akan berhenti sampai seluruh utang nyawa terbayar.
Cerita berfokus pada Thomas Malone (Bruce Willis), seorang mantan detektif yang menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak ia lakukan.
Film Apex yang dibintangi Bruce Willis kini tersedia di Netflix. Simak sinopsis aksi perburuan manusia yang menegangkan di pulau terpencil.
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved