Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM film laga The Pirates: The Last Royal Treasure, aktor Kang Ha neul mendapat peran Muchi, pimpinan bandit yang atraktif, yang hidup dari kapten bajak laut, Haerang, setelah insiden bencana yang tidak diketahui di darat.
Mengenakan baju kotor dan lusuh dengan rambut berantakan, Muchi dan gengnya dianggap sebagai orang tidak berguna di kapal Haerang, tempat semua kru punya kemampuan istimewa untuk bertahan hidup di laut.
Dia sering memamerkan kekuatan dan tenaganya untuk bertarung melawan musuh saat pertempuran di laut, tapi membuktikan dirinya tidak mumpuni menangani urusan maritim, seperti bertarung di atas kapal, dan yang paling penting, berenang.
Baca juga: The Fallout dan Kimi Hadir di HBO Go
"Muchi punya karakter yang unik. Dia sangat jago saat duel tapi berubah kikuk setelahnya," kata Ha-neul dikutip dari Yonhap, Rabu (26/1).
"Saya ingin membuat Muchi jadi tokoh yang tidak biasa dan berjiwa petualang lewat busana dan gaya rambutnya," lanjutnya.
The Pirates menceritakan petualangan Muchi dan Haerang, yang mencari harta karun dari Dinasti Goryeo yang runtuh.
Film ini menawarkan pertempuran seru di laut, pertempuran pedang dan perjuangan luar biasa melawan samudera dan monster tak terlihat, dibarengi efek visual yang berkualitas.
Pada tahap awal membuat konsep kostum, Muchi digambarkan punya rambut panjang ikal dengan bandana di jidatnya, terlihat seperti pimpinan bandit tipikal di film laga Korea.
Selama praproduksi, aktor 31 tahun menyarankan untuk membuat rambut pendeknya lebih bervolume agar lebih berantakan dan menggunakan baju linen yang compang-camping.
"Kupikir Muchi harus terlihat lebih kikuk di kapal bajak laut karena penampilannya yang membumi kontras dengan masa lalunya yang penuh rahasia," katanya.
"Tapi itu tidak mudah. Saya harus mengeriting rambut setiap dua pekan. Itu hal paling sulit dalam proyek ini," imbuhnya.
Aktor Misaeng: Incomplete Life dan When the Camellia Blooms itu bukan orang yang takut mencoba hal baru. Untuk The Pirates, dia berakting di depan layar biru untuk pertama kalinya dalam 15 tahun berkarier karena ada banyak adegan dengan efek visual komputer.
"Syuting dengan latar belakang biru sangat menarik. Saya penasaran bagaimana hasil adegan ini," katanya.
"Setelah beberapa adegan, saya lebih terbiasa dengan pengalaman baru ini dan saya menyukainya karena bisa mencoba reaksi berani tanpa batasan," tambahnya.
Kang Ha-neul bersyukur film ini sudah punya tanggal rilis yagn pasti di tengah pandemi covid-19.
"Saya merasa beruntung film ini akan tayang di bioskop segera, di saat banyak film Korea masih menunggu," katanya.
Dia berharap banyak penggemar film yang datang ke bioskop untuk menonton filmnya serta judul-judul lain demi membangkitkan industri film. (Ant/OL-1)
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Simak sinopsis We Are All Trying Here, drama Korea terbaru yang dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung tentang perjuangan di industri film.
Drama Korea We Are All Trying Here resmi tayang di Netflix. Dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung, serial ini mengangkat tema kecemasan, iri hati, dan perjalanan menerima diri.
Simak keseruan drakor Absolute Value of Romance yang dibintangi Kim Hyang Gi dan Cha Hak-yeon. Kisah penulis novel web dan empat guru menawan di Prime Video.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved