Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI penghujung tahun, aktor asal Korea Gong Yoo berbagi cerita tentang keterlibatannya dalam proyek "The Silent Sea" hingga perayaan 20 tahun karirnya. Melalui wawancara online dengan Sports Chosun pada tanggal 30 Desember, Gong Yoo mengatakan sangat puas dengan hasilnya.
Gong Yoo juga berbagi bagaimana pesan lingkungan dari "The Silent Sea" memengaruhi kehidupannya sehari-hari, salah satunya adalah dengan menghemat air.
"Ketika saya mandi di musim dingin, saya menyalakan air sebentar sebelum masuk ke dalam, tetapi setelah drama ini, saya mulai mematikan keran," katanya.
Baca juga: Cinta Pertama, Kedua, dan Ketiga Film Reflektif Keluarga di Penghujung 2021
Gong Yoo mengungkapkan jika dirinya tidak pernah memiliki keinginan untuk membuat serial dengan genre fiksi ilmiah, namun dia ingin bermain dalam tema yang berbeda dari biasanya. "Saat itulah saya menemukan 'The Silent Sea' dan itu adalah fiksi ilmiah. Saya sangat puas dengan bagaimana drama ini keluar," kata Gong Yoo dilansir Soompi, Jumat.
Saat menerima naskah dan mulai mengerjakan "The Silent Sea", Gong Yoo sadar bahwa akan ada orang yang menyukai dan juga membencinya. Namun hal ini bergantung pada perspektif mana seseorang melihatnya.
Akan tetapi, Gong Yoo yakin tim produksi telah melakukan yang terbaik dan "The Silent Sea" berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh.
"Saya pikir ini adalah langkah pertama yang berarti untuk genre fiksi ilmiah luar angkasa Korea. Secara pribadi, ada bagian yang saya sangat puas, dan saya pikir itu brilian untuk langkah pertama," ujar Gong Yoo.
"Banyak orang menonton dari sudut pandang yang berbeda, tapi menurutku perspektif yang berbeda itu menarik lebih banyak minat pada drama, jadi aku bersyukur," lanjutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gong Yoo telah beralih dari drama romantis biasa ke proyek yang menggugah pikiran seperti "Born 1982, Kim Ji Young" dan sekarang "The Silent Sea".
Gong Yoo mengaku tidak pernah dengan sengaja menghindar dari drama romantis. Gong Yoo mengatakan lebih tertarik pada proyek di mana dia dan tim dapat merencanakan semuanya bersama-sama.
"Saya tidak tahu apakah saya serakah untuk jenis peran ini, tetapi saya pikir saya ingin berkomunikasi dengan orang-orang. Itu sebabnya saya bertindak sesuai dengan emosi dan naluri saya," ujar Gong Yoo.
"Saya bergabung dengan proyek yang membagikan pesan itu kepada penonton. Saya tidak menghindari atau tertarik pada genre tertentu atau semacamnya," imbuhnya.
Lebih lanjut Gong Yoo mengatakan, "Saya pernah mendengar penggemar mengatakan hal yang sama kepada saya. Saya berterima kasih kepada orang-orang yang berbagi cerita dengan saya."
Gong Yoo juga bercerita tentang penampilan singkatnya dalam "Squid Game". Menurutnya, bisa terlibat dalam serial tersebut dan "The Silent Sea" adalah hal terbaik yang dilakukannya tahun ini.
"Saya pikir keduanya hal-hal yang paling berharga tahun ini. Saya tidak dapat pergi ke luar negeri karena COVID-19 dan tidak dapat bertemu langsung dengan penggemar, tetapi saya dapat merasakan tanggapan dari penggemar di seluruh dunia melalui Instagram," katanya.
Sementara itu, tahun ini adalah perayaan 20 tahun Gong Yoo berkarir. Dia menyebut faktor utama akhirnya memutuskan untuk membuka akun Instagram adalah agar bisa berinteraksi dengan penggemar di luar negeri.
Setiap negara memiliki asosiasi penggemar asing, biasanya mereka selalu membuat acara seperti memasang papan reklame di gedung dan stasiun kereta bawah tanah untuk mengucapkan ulang tahun, bahkan mengirimi hadiah.
Akan tetapi, Gong Yoo tidak punya wadah untuk berinteraksi dengan penggemarnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk membuka Instagram.
"Saya sudah memikirkan ini sejak lama, tetapi pada peringatan 20 tahun debut saya, saya memutuskan untuk membuat akun. Meskipun saya hanya mengunggah foto, para penggemar sangat menyukainya," ujar Gong Yoo.
"Ini adalah dunia baru bagi saya, tetapi saya melihat pembicaraan tentang saya dalam berbagai bahasa, dan menyadari itulah yang diberikan oleh serial Netflix seperti 'Squid Game' dan 'The Silent Sea'," lanjutnya. (Ant/OL-6)
Konflik memuncak ketika sang protagonis menyadari bahwa "entitas" yang mengabulkan keinginan tersebut tidak akan berhenti sampai seluruh utang nyawa terbayar.
Cerita berfokus pada Thomas Malone (Bruce Willis), seorang mantan detektif yang menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak ia lakukan.
Film Apex yang dibintangi Bruce Willis kini tersedia di Netflix. Simak sinopsis aksi perburuan manusia yang menegangkan di pulau terpencil.
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved