Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Salah satu content creator di TikTok yang terkenal dengan fashion ala Korea dan masker, BoBocu berbagi ceritanya tentang perjalanan dia selama menjadi content creator kepada Media Indonesia (10/11).
Pemilik nama asli Yogi Hadi Wibowo itu menceritakan awal mula dia membuat konten dan mengapa TikTok menjadi platform media sosial pilihannya untuk menyalurkan kreativitas kontennya. Yogi mengaku bahwa dia awalnya hanya iseng membuat akun BoBocu. Selain itu, sebelum berkarya di TikTok, ternyata Yogi memulai karyanya lebih dahulu di Youtube dan Instagram. Alasan pada akhirnya berlabuh di TikTok adalah karena saat itu Yogi melihat jejaring sosial tempat berbagi video pendek itu sedang ramai digunakan banyak orang.
Ketika ditanya mengenai konsep konten yang dibuatnya, Yogi mengatakan bahwa ide awal tercetusnya konsep tersebut adalah dari pandemi covid-19. “Karena pandemi, terus kita kan harus dibuat terus berkarya tapi di rumah saja. Terus akhirnya ya nemu pakai masker, bikin konten transisi,” sebut Yogi.
Selain itu, Yogi juga berbicara tentang suka dan dukanya menjadi seorang content creator. Yogi mengaku senang ketika videonya viral karena dengan hal itu maka dirinya dikenali oleh banyak orang. Yogi juga menjelaskan hampir tidak ada duka selama menjadi content creator di platform TikTok. Ia hanya menyebutkan komentar kebencian. “Kalau dukanya, apa ya. Belum ada. Paling hate comment,” ujarnya.
Dalam menanggapi banyaknya komentar kebencian yang disampaikan kepadanya, Yogi menyebutkan kalau komentar tersebut sangat kreatif dan seru untuk dibaca. Ia bahkan menambahkan kalau dirinya hanya bisa tertawa dengan kreativitas komentar tersebut.
Ketika menjadi content creator, tidak jarang ada konsep konten yang cukup sulit untuk dikerjakan oleh Yogi. Konsep tersebut ialah saat ia harus mengganti baju 5 hingga 10 kali dengan gerakan yang sama.
Yogi mengungkapkan bahwa yang tersulit dari konsep itu adalah proses editnya. Tidak semua konsepnya sulit, ada juga konsep termudah bagi Yogi. Ketika ia hanya perlu berjalan dengan efek slow motion lalu menatap kamera.
Semangat Yogi untuk terus berkarya tidak luput dari momen videonya viral untuk pertama kalinya. Video tersebut adalah konten Ntab Ntab Ntab. Konsep konten itu sendiri adalah transisi fashion Korea 7 kali dalam waktu 7 detik, dengan memakai masker. Itu mengapa alasan akun BoBocu menggarap konsep fesyen ala Korea dan masker, karena Yogi melihat adanya potensi konsep tersebut disukai banyak orang.
Pada kesempatan tersebut, Yogi juga berbagi tips agar video TikTok dapat tembus FYP (For Your Page) ala BoBocu. “Kalau menurutku hoki, tapi biasanya kalau jadwal upload-ku itu pagi dan sore. Kalau pagi antara pukul 08.00 dan 11.00. Terus kalau sore pukul 15.00 hingga 17.00. Salah satunya harus tiap hari upload. Biar kalau misal video kalian FYP, kan FYP otomatis klik beranda kalian, akun kalian. Lihat video yang lain. Kalau dia mampir ke akunmu, dia enggak bosan. Jadi tiap hari upload satu. Kalau bisa dua atau tiga konten per hari ya terserah,” ungkapnya.
Kemudian Yogi juga berpesan kepada para content creator lainnya yang baru mulai terjun ke dunia konten, kalau pemilihan kategori adalah langkah awal dalam berkarya. “Buat content creator yang baru ya. Kalian intinya cari kategorinya. Dalam artian, kontenmu mau kamu arahin ke mana. Misal menyanyi, dance, atau transisi kayak aku. Gitu sih”. Lalu Yogi juga menyebutkan bahwa jangan terpacu pada FYP karena yang terpenting yaitu selalu unggah konten setiap hari. “Entar kalau kamu sudah teruskan, jangan terpacu harus FYP. Gak usah. Yang penting setiap hari upload aja satu, entar juga naik sendiri. Terus kalo upload setiap hari satu. Biar entah video kalian kapan naiknya, kalo sudah naik kan langsung meledak artinya. Terus dia langsung masuk ke akunmu lihat-lihat konten lainnya, jadinya bakal cepet naik semua,” lanjut Yogi.
Yogi menyampaikan pesan agar content creator jangan cepat menyerah ketika berkarya karena semua ada prosesnya. (Zuq/*/X-15)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Lebih dari sekadar makanan vegetarian, sajian kuliner wihara mencerminkan filosofi yang menghormati seluruh kehidupan, kesahajaan, dan rasa syukur.
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Simak sinopsis We Are All Trying Here, drama Korea terbaru yang dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung tentang perjuangan di industri film.
Drama Korea We Are All Trying Here resmi tayang di Netflix. Dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung, serial ini mengangkat tema kecemasan, iri hati, dan perjalanan menerima diri.
Simak keseruan drakor Absolute Value of Romance yang dibintangi Kim Hyang Gi dan Cha Hak-yeon. Kisah penulis novel web dan empat guru menawan di Prime Video.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved