Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Masa muda adalah momen terindah untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan kemampuan diri. Penyanyi pendatang baru Amanda Fedora ternyata punya cara untuk mengekspresikan dirinya melalui musik.
Di usia yang baru menginjak 18 tahun, perempuan kelahiran Jakarta ini telah mampu menarik perhatian sejumlah musisi besar Tanah Air. Pada singel ketiganya yang diberi judul “Pursuit”, Amanda mampu menggandeng Andi Rianto untuk membalut musiknya dalam kemasan orkestrasi yang disokong oleh Budapest Orchestra.
“Musik adalah darah saya. Dengan bermusik, saya bisa mengekspresikan semua rasa galau, kejenuhan maupun keinginan saya,” kata Amanda kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/5).
Amanda menceritakan pada single perdana sebelumnya, aransemen dipercayakan kepada Yudhisarianto dan mendapat dukungan dari Tompi. Tompi hadir untuk menyutradarai debut singelnya yang berjudul “Strombreaker”.
Sementara untuk single keduanya yang berjudul “Wanderer”, aransemen musik dikerjakan oleh Chikita Amanda dan videonya disutradarai oleh Dio Setiawan bersama Tim Jendela . Amanda mendedikasikan karya ke dua itu untuk mendukung para penderita penyakit alzheimer dan caregivers melalui Alzi Indonesia
“Berbagi melalui musik itu sungguh menyenangkan,” kata perempuan yang mengenyam ilmu di Savannah College of Art and Design. “Selain bisa menghibur, musik juga mampu menumbuhkan motivasi bagi setiap orang,” lanjutnya.
Mengenai lagu “Pursuit”, Amanda menceritakan, karya tersebut terinspirasi dari fenomena dan realita atas banyaknya kasus depresi dan putus asa. “Perasaan itu bisa muncul karena berbagai hal yang disebabkan oleh tekanan sosial, penolakan, perundungan, ketidakharmonisan hubungan, kehilangan ataupun kegagalan dalam meraih prestasi baik di sekolah, kerja atau usaha yang bisa membuat orang kehilangan harapan untuk hidup,” kata dia.
Meski beragam masalah membelit, namun Amanda ingin mengajak semua orang untuk bisa menghadapinya. “Kita harus memiliki keberanian untuk menerima kenyataaan dan bangkit melepaskan diri dari belenggu masa lalu atau pun trauma,” katanya.
“Setiap orang itu mempunyai masalah dalam hidup namun harapanlah yang membuat kita dapat terus bertahan. Lagu ini adalah tekad diri tentang harapan meraih kebahagiaan tersebut,” tutur Amanda.
Amanda sangat berharap hadirnya lagu “Pursuit” ini bisa menjadi semacam oase untuk memberikan semangat kepada seluruh orang. Ia juga mengajak pada masa sulit seperti sekarang ini supaya tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan yang dihadapi. “Seperti yang saya tulis melalui lagu, kita hanya perlu bertahan demi mengejar harapan untuk kebahagiaan sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam lagu “Pursuit” ini, Amanda diarahkan vokalnya oleh Barsena Bestandhi serta di arranged musiknya oleh Andi Rianto. Untuk video musik, Prialangga menjadi sutradaranya. Sekarang ini lagu “Pursuit” sudah bisa didapat di seluruh platform digital musik yang didistribusikan oleh Inside Indo. (OL-12)
Sal Priadi merancang lagu baru secara organik saat syuting film Monster Pabrik Rambut. Simak proses kreatifnya bersama Iqbaal Ramadhan dan sutradara Edwin.
Maulana Ardiansyah merilis single terbaru PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah). Lagu ini mengangkat kisah nyata perjuangan hidup di tanah rantau.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
KreasiPro Music Distribution hadir sebagai ekosistem aman bagi musisi independen Indonesia untuk mendistribusikan karya ke 150+ platform global secara transparan.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved