Tya Ariestya: Sang Pejuang PCOS

Zubaidah Hanum
09/8/2020 03:25
Tya Ariestya: Sang Pejuang PCOS
Tya Ariestya(Dok. Instagram @tya_ariestya)

AKTRIS Tya Ariestya, 34, kini rutin melakoni jalan santai selama 45 menit setiap hari dan menjalani pola makan sehat. Pola hidup sehatnya itu hingga sukses menurunkan berat badannya dalam waktu kurang dari 2 bulan.

Hal itu diungkapkannya dalam akun Instagram pribadinya, Jumat (7/8). “Aku sudah turun 9 kg per hari ini,” cuit pesinetron yang juga mantan atlet taekwondo itu seraya memperlihatkan fotonya yang sedang berjalan pagi sambil berjemur. Foto itu diberinya judul ‘Jalan 45 menit yang lagi HITS, nih!’

Berjalan selama 45 menit Senin hingga Minggu dilakoninya dengan nyaman karena aman dan tanpa capek. “Cuma jalan 45 menit kok enggak susah, malah enggak boleh keringetan, enggak perlu ngos ngosan, gak boleh capek,” ujar perempuan yang dinikahi Muhammad Irfan Ratinggang sejak 2014 itu.

Waktu jalan pun bebas, mau pagi, siang, sore, atau malam. Meski bisa diatur sebisanya, Tya memilih berjalan kaki di pagi hari karena sekalian ingin berjemur dan menghirup udara pagi.

Dari dokter yang ditemuin ya , Tya mengetahui bahwa jalan santai 45 menit tanpa capek dapat merangsang sel-sel dalam tubuh bekerja dan menghasilkan metabolisme yang lebih baik.

Langsung saja, perempuan berdarah Melayu-Batak itu ingin memulai kembali program kehamilan untuk anak ketiganya secara normal. “Pas kemarin ke dokter gizi, badan aku cocok untuk wanita usia 53 tahun. Gak ada yang salah. Tapi tiba-tiba keinget kalau memang mau program IVF (in vitro fertilization/bayi tabung) anak ke-3 lagi,” bebernya. Dua anaknya yang saat ini beranjak besar lahir dari program bayi tabung. Obesitas, kata Tya, menjadi salah satu penyebab ia mengidap PCOS dan sulit hamil.

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau ketidakseimbangan hormon membuat sel telur perempuan tidak berkembang normal. Karena itu, biasanya perempuan PCOS memiliki kecenderungan lebih sulit hamil.


Pasang alarm

Olah fisik dan mengubah pola makan bukan berarti meminimalkan waktu makan. Tya mengaku tetap makan besar 3 kali dan makan snack 2 kali tepat waktu setiap harinya.

Hanya, makanan dan minuman yang dikonsumsinya bebas tepung, minyak, santan, gula dan bumbu kacang. Untuk menjaga kedisiplinan gaya makannya itu, Tya bahkan sampai memasang alarm.

“Di luar dari itu mulut mingkem! Minum air putih boleh, kopi, teh boleh (tanpa gula). Minum air putih 3 liter sehari,” tulisnya.

Setelah lebih dari sebulan menjalani program itu, Tya merasakan badannya lebih fi t, aktif bergerak dan menstruasi bulanannya lebih lancar.

“Mens jadi lebih lancar (bia sanya telat banget karena jalan 45 menit sehari di umur aku juga bagus banget buat penderita PCOS kayak aku),” pungkasnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya