Shenina Sekolah Harusnya Ajarkan Keterampilan Hidup

Abdillah Muhammad Marzuqi
23/7/2019 06:40
 Shenina Sekolah Harusnya Ajarkan Keterampilan Hidup
Aktris Shenina Cinnamon bermain dalam film Say I Love You( MI/PIUS ERLANGGA)

TAICHING: Mimpi menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Semakin cepat seorang tahu mimpi, semakin cepat ia bisa berusaha untuk menggapai mimpi tersebut.

AKTRIS muda Shenina Cinnamon, 20, merasa mendapatkan pelajaran yang berharga ketika terlibat dalam produksi film Say I Love You yang mengangkat kisah nyata anak-anak SMA Selamat Pagi di Kota Batu, Jawa Timur. Ia mengamini bahwa model pendidikan ala SMA Selamat Pagi ialah yang paling dibutuhkan dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini.

"Sekolah di Indonesia kayaknya memang harus punya pembelajaran lige skill. Pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, mungkin dipelajari di setiap sekolah, cuma belum tentu setiap sekolah mengajarkan life skill," terang Shenina saat berkunjung ke Media Indonesia pekan lalu.

Menurut Shenina, mimpi menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Semakin cepat seorang tahu mimpi, semakin cepat ia bisa berusaha untuk menggapai mimpi tersebut. Selayaknya, orang tidak dibiarkan terlambat dalam menentukan arah dan tujuan hidup.

"Ketika aku datang ke Sekolah Selamat Pagi Indonesia dan melihat orang-orangnya bisa sukses diajari life skill langsung. Orang yang sekolah di sana tahu mimpi apa yang harus mereka capai," lanjut perempuan kelahiran 1 Februari 1999 itu.

Shenina memberi contoh ketika seorang ingin menjadi koki, yang harus ia pelajari ialah tentang masak memasak. Sekolah sebisa mungkin memfasilitasi dengan menyediakan peralatan ataupun pelatihan. Begitu pula jika ingin belajar tentang multimedia, fotografi, dan videografi.

"Ini sangat penting. Setahuku yang seperti itu baru SMK, kan aku dulu SMK. Aku sekolah pertelivisian, banyak melakukan praktik dan sekolah memberikan fasilitas," terusnya.

Aksi untuk lingkungan

Selain pendidikan, Shenina juga menaruh perhatian terhadap lingkungan. Beberapa saat lalu, Shenina sempat menghabiskan masa libur dengan menyelam di Kepulauan Seribu. Ketika ia menyelam, ia melihat sampah plastik dalam laut.

"Laut itu seharusnya bersih untuk ikan-ikan, karang-karang. Yang ada malah jadi rusak," keluhnya. Ia merasa miris, momen menyelam yang harusnya menjadi kenangan yang indah malah menjadi sebaliknya.

"Aku sendiri melihatnya terganggu. Orang mau diving kan enggak setiap hari. Diving itu sebenarnya menjadi salah satu hiburan untuk diingat. Terus terang sekarang yang ada di memori aku, kemarin diving sampah melulu," tegasnya.

Prihatin, Shenina mencoba melakukan hal yang bermanfaat bagi lingkungan meskipun belum berdampak besar. Ia selalu mengingatkan orang terdekatnya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Tak hanya mengingatkan, ia juga telah memulai dari diri sendiri. Shenina mengaku selalu membawa sedotan baja nirkarat ke mana pun agar tidak menambah sampah sedotan plastik yang bisa mencemari lingkungan.

"Aku sendiri bawa stainless straw, jadi sedotan yang dari stainless (baja nirkarat). Aku bawa ke mana-mana. Sampai setiap orang yang minum masih pakai itu suka aku tegur," tambahnya.

Tak hanya itu, Shenina membawa tas jinjing sendiri agar tidak perlu kantong plastik saat berbelanja. Ia sadar belum banyak masyarakat yang berpikiran seperti dirinya. Yang bisa ia lakukan ialah terus menginformasikan tentang kepedulian lingkungan.

"Dampaknya masih kecil sih, kalau dari satu orang kasih tahu ke orang lain, terus. Pastikan banyak orang Indonesia yang sudah berhenti menggunakan plastik sih. Lebih baik dari yang kecil tapi mengubah daripada stay (diam) di situ terus. Yang ada malah menghancurkan negara kita sendiri," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya