Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN fintech global sekaligus bursa kripto terkemuka, OKX, meluncurkan kerangka kerja strategis bersama BlackRock dan Standard Chartered. Kolaborasi ini mengintegrasikan dana surat utang jangka pendek Amerika Serikat (AS) yang ter-tokenisasi milik BlackRock, yakni BUIDL, ke dalam sistem jaminan institusional.
Langkah ini mencetak sejarah baru di industri keuangan global, di mana untuk pertama kalinya bank berkategori Globally Systemically Important Bank (G-SIB), dalam hal ini Standard Chartered, bertindak sebagai kustodian dalam pengaturan aset digital semacam ini.
Melalui struktur ini, klien institusional dan VIP OKX dapat menyimpan aset BUIDL di kustodian off-exchange yang teregulasi tanpa perlu memindahkan aset antar-platform saat melakukan perdagangan di OKX Middle East.
Inisiatif ini dirancang untuk menjawab kebutuhan investor institusi terhadap keamanan dan efisiensi modal. Dengan menjadikan BUIDL sebagai jaminan, aset margin yang sebelumnya mengendap (idle) kini dapat menjadi aset produktif yang menghasilkan imbal hasil (yield-generating asset).
Rifad Mahasneh, CEO OKX MENA dan CIS, menjelaskan bahwa pemilihan Standard Chartered sebagai mitra kustodian dilakukan secara sengaja untuk memenuhi ekspektasi klien yang sadar risiko.
"Klien institusi mengharapkan jaminan perdagangannya disimpan oleh bank G-SIB. Kombinasi struktur bankruptcy-remote dan sifat BUIDL sebagai jaminan berimbal hasil memberikan efisiensi modal sekaligus mitigasi risiko terbaik di kelasnya," ujar Rifad dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).
Kolaborasi ini melibatkan tiga kekuatan besar, yakni BlackRock sebagai manajer aset terbesar dunia, Standard Chartered sebagai bank global, dan OKX sebagai infrastruktur eksekusi digital.
Samara Cohen, Global Head of Market Development BlackRock, menyatakan bahwa BUIDL dirancang agar investor dapat memperoleh imbal hasil dolar AS melalui teknologi blockchain. Sementara itu, Global Managing Partner OKX, Haider Rafique, menilai hal ini menunjukkan potensi tokenisasi Real-World Assets (RWA) dalam skala besar.
“Tokenisasi pada hakikatnya adalah membuat pasar yang sudah ada menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah diakses,” tegas Haider.
Standard Chartered, melalui Margaret Harwood-Jones selaku Global Head of Financing and Securities Services, menegaskan komitmen bank dalam menjaga standar kepatuhan dan perlindungan tinggi bagi klien yang ingin mengakses peluang di pasar aset digital secara aman dan efisien.
Peluncuran ini menandai kemajuan penting dalam upaya menanamkan teknologi tokenisasi ke dalam inti infrastruktur pasar keuangan global, menyatukan kelincahan pasar digital dengan keamanan perbankan tradisional. (H-2)
Dua investor aset digital global, OKX Ventures dan HashKey Capital, resmi bergabung sebagai mitra strategis dalam pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam
INDUSTRI keuangan global memasuki babak baru setelah Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), operator bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), mengumumkan investasi di bursa kripto OKX.
Apa sebenarnya Proof of Reserves? Bagaimana mekanismenya menjamin uang Anda tidak disalahgunakan oleh pengelola bursa?
Data Coinglass mencatat total perdagangan derivatif kripto dunia sepanjang 2025 mencapai US$85,70 triliun.
Penerapan proof of reserve (PoR) kini dipandang bukan sekadar tren teknis, melainkan pilar fundamental dalam tata kelola bursa untuk memitigasi risiko sistemik dan melindungi dana nasabah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved