Vietnam Bangun Bursa Kripto Rp6 Triliun, Gandeng Investor Global dan Perbankan

Rahmatul Fajri
11/4/2026 10:36
Vietnam Bangun Bursa Kripto Rp6 Triliun, Gandeng Investor Global dan Perbankan
ilustrasi(Antara)

Dua investor aset digital global, OKX Ventures dan HashKey Capital, resmi bergabung sebagai mitra strategis dalam pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam, Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange (CAEX). Kolaborasi ini menyatukan kekuatan finansial domestik Vietnam dengan kapabilitas teknologi blockchain skala internasional. Kedua entitas tersebut bersinergi dengan pemegang saham pendiri, yakni VPBank Securities (VPBankS), bagian dari ekosistem perbankan besar Vietnam, VPBank, dan perusahaan teknologi LynkiD.

OKX Ventures dan HashKey Capital dijadwalkan menyetorkan modal pada April 2026 untuk membantu CAEX memenuhi persyaratan modal dasar minimum sebesar VND 10 triliun atau setara US$380 juta (sekitar Rp6 triliun). Angka tersebut merupakan ambang batas wajib bagi perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam program pilot perdagangan aset kripto teregulasi dari Pemerintah Vietnam.

Berdasarkan regulasi program pilot di Vietnam, minimal 65 persen modal dasar harus berasal dari investor institusi seperti bank atau perusahaan sekuritas, dengan batas kepemilikan asing maksimal 49 persen. Sebagai mitra strategis, HashKey dan OKX akan menangani aspek krusial mulai dari infrastruktur teknis, keamanan siber, hingga konektivitas likuiditas.

CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, menyatakan bahwa potensi tinggi di pasar Vietnam menciptakan lingkungan ideal bagi perusahaan aset kripto yang sepenuhnya berlisensi.

"Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan CAEX untuk berbagi visi jangka panjang tentang kepatuhan, transparansi, dan kepercayaan pasar secara menyeluruh," ujar Ru Haiyang melalui keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Senada dengan itu, Vice President OKX Global Markets, Netero Dai, menilai Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis di dunia dengan langkah regulasi yang kian jelas. "Kemitraan ini mencerminkan misi kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tepercaya bagi masyarakat untuk bertransaksi kripto," tuturnya.

Peta Jalan Kripto Asia Tenggara

Investasi ini menjadi bagian dari strategi ekspansi OKX di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Langkah strategis di Vietnam diharapkan turut memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekosistem kripto yang teregulasi di seluruh kawasan, termasuk di pasar Indonesia yang kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Vietnam sendiri menempati peringkat keempat global dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis 2025. Dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif dan nilai transaksi mencapai US$220 miliar hingga Juni 2025, negara ini menjadi pusat perhatian investor kripto global selain Indonesia.

HashKey sendiri semakin memperkokoh posisinya setelah berhasil melakukan penawaran umum perdana (IPO) senilai US$206 juta di Bursa Efek Hong Kong pada Desember 2025 lalu, yang mencatatkan sejarah sebagai perusahaan kripto pertama di papan utama bursa tersebut.

Dengan suntikan modal triliunan rupiah dan dukungan ekosistem perbankan, CAEX berkomitmen membangun bursa yang transparan dan aman sesuai standar internasional guna menyambut era baru aset digital di Asia Tenggara.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya