Demi Kelancaran Haji 2026, Pertamina Siapkan 80 Ribu Kiloliter Avtur di 14 Bandara

Media Indonesia
23/4/2026 01:58
Demi Kelancaran Haji 2026, Pertamina Siapkan 80 Ribu Kiloliter Avtur di 14 Bandara
Ilustrasi(Antara)

PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan pasokan avtur lebih dari 80 ribu kiloliter (kl) guna memenuhi kebutuhan operasional penerbangan selama musim Haji 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (22/4), menjelaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas udara jamaah calon haji Indonesia melalui penyediaan energi yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan penerbangan haji tahun ini dibagi ke dalam dua tahap, yakni fase pertama pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase kedua pada 1 sampai 30 Juni 2026. Dalam kedua periode tersebut, menurut Roberth, Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan operasional sekaligus keandalan pasokan avtur di seluruh titik layanan.

Sebagai subholding downstream dari PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga memiliki peran penting dalam penyediaan energi untuk sektor penerbangan nasional.

Dukungan ini diwujudkan melalui kesiapan operasional di 14 titik embarkasi haji, meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Soekarno-Hatta, Kertajati, Adi Soemarmo, Juanda, Lombok International Airport (BIL), Sepinggan, Syamsudin Noor, Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport (YIA) yang mulai difungsikan sebagai embarkasi baru pada 2026.

Ia juga menegaskan bahwa kesiapan tersebut ditopang oleh sistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi avtur berjalan andal di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui integrasi mulai dari kilang, terminal BBM, aviation fuel terminal, hingga layanan into-plane.

"Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu dan sesuai standar layanan," ujar Roberth.

Cakupan layanan ini memungkinkan distribusi avtur berlangsung optimal, baik di bandara embarkasi utama maupun bandara pendukung logistik. Ketersediaan stok di seluruh titik layanan dijaga dalam kondisi aman, dengan dukungan sistem logistik yang fleksibel guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama puncak musim haji.

Lebih lanjut, Roberth menyampaikan bahwa proyeksi kebutuhan avtur sebesar 80.000 kl tersebut mengalami kenaikan 1,2% dibandingkan periode haji sebelumnya dan 5,6% di atas rata-rata penyaluran harian normal.

"Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi," jelasnya.

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem Digital Ground Operation (DGO). Sistem ini memungkinkan proses pemantauan pengisian hingga validasi transaksi dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemampuan pelacakan dalam distribusi avtur kepada maskapai penyelenggara haji seperti Garuda Indonesia dan Saudia. Penerapan ini sekaligus memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan akuntabilitas layanan.

"Langkah ini juga sekaligus menjadi bagian dari peran strategis Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kehadiran negara melalui layanan energi yang andal, serta mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia," sebut Roberth. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya