Harga Minyak Goreng Naik, Mentan Tampik untuk Biodiesel 50 Persen

Naufal Zuhdi
15/4/2026 17:43
Harga Minyak Goreng Naik, Mentan Tampik untuk Biodiesel 50 Persen
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(Naufal Zuhdi/MI)

MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan harga minyak goreng naik di dalam negeri tidak berkaitan dengan implementasi program Biodiesel B50. Bahan baku biodiesel berasal dari crude palm oil sawit.

Amran menjelaskan, produksi crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai sekitar 45–50 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 26 juta ton diekspor. Sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik.

“Tidak (ada kaitannya), kita kan ekspor dong ke luar negeri,” kata Amran saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (14/4).

Amran menuturkan bahwa kebutuhan CPO untuk dalam negeri, termasuk minyak goreng, berada di kisaran 20 juta ton. Dengan total produksi yang kini mencapai sekitar 52 juta ton, Indonesia berada dalam kondisi surplus bahan baku.

“B50 itu bukan mengambil dari minyak goreng, tapi dari alokasi ekspor. Jadi tidak ada hubungannya dengan kenaikan harga minyak goreng,” sebut Amran.

Amran menegaskan, implementasi B50 justru memberikan manfaat besar bagi Indonesia karena mampu menekan impor solar hingga sekitar 5 juta ton per tahun.

Menurutnya kenaikan harga minyak goreng di tengah kondisi pasokan yang melimpah merupakan sebuah anomali. Kondisi ini, ujar dia, mengindikasikan adanya praktik permainan di rantai distribusi.

“Inilah anomali Indonesia. Sekarang beras melimpah, minyak goreng melimpah harga naik. Berarti apa? Ada mafia di tengahnya,” jelasnya.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor CPO Indonesia mengalami peningkatan dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Di sisi lain, kebijakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menuju B50 hanya menyerap sekitar 5,3 juta ton CPO. Amran menapik CPO digunakan untuk biodiesel yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya