Tensi Geopolitik Mereda, IHSG Hari Ini Melonjak 2,34 Persen

 Gana Buana
14/4/2026 17:43
Tensi Geopolitik Mereda, IHSG Hari Ini Melonjak 2,34 Persen
IHSG ditutup menguat ke level 7.675,95 pada Selasa (14/4).(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (14/4). Optimisme pasar terhadap potensi rekonsiliasi diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi katalis utama yang mendorong indeks ke zona hijau.

IHSG hari ini menyudahi perdagangan dengan penguatan sebesar 175,76 poin atau 2,34% ke posisi 7.675,95. Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga terkerek naik 17,96 poin atau 2,41% ke level 764,32.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa penguatan ini dipicu oleh membaiknya sentimen global. Sinyal diplomatik baru muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Iran mulai berupaya mencapai kesepakatan pasca-blokade Selat Hormuz.

“Harapan adanya pembicaraan lanjutan ini membawa harga minyak turun karena ekspektasi kesepakatan. Hal ini meredakan tekanan inflasi dan meredam taruhan agresif pada kebijakan bank sentral utama,” ujar Nico dilansir dari Antara, Selasa (14/4).

Gayung bersambut, Presiden Iran Pezeshkian juga mengisyaratkan kesediaan Teheran untuk kembali ke meja perundingan selama proses tersebut menghormati hukum internasional. Kabar ini menjadi oase bagi pasar yang sebelumnya sempat tegang akibat ancaman blokade angkatan laut AS terhadap pengiriman minyak Iran.

Ketahanan Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia turut memberikan sokongan kuat. Bank Indonesia (BI) melaporkan data retail sales Februari 2026 tumbuh 6,5% (yoy), melampaui capaian Januari yang sebesar 5,7% (yoy).

“Data ini mencerminkan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat yang tetap solid, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah badai ketidakpastian global,” tambah Nico.

Statistik Perdagangan

Secara sektoral, sepuluh sektor terpantau menguat dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melesat 5,45 persen, disusul sektor industri (4,45 persen), dan energi (3,73%). Sebaliknya, sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya yang terkoreksi sebesar 1,18 persen.

Data perdagangan mencatat frekuensi transaksi mencapai 3,1 juta kali dengan volume 53,29 miliar lembar saham senilai Rp24,80 triliun. Sebanyak 548 saham terpantau naik, sementara 151 saham melemah, dan 119 saham stagnan.

Top Gainers RICY, PURI, PPRE, DEFI, BAPA
Top Losers MSIN, TRUK, DFAM, MMIX, LUCY

(Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya