Forum SRM 2026 Dorong Penguatan Rantai Pasok Migas

M Ilham Ramadhan Avisena
13/4/2026 17:05
Forum SRM 2026 Dorong Penguatan Rantai Pasok Migas
Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026(Pertamina EP)

Upaya memperkuat rantai pasok industri hulu migas kembali disorot dalam gelaran Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026 yang digelar Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa di Jakarta. Forum itu mempertemukan perusahaan dengan mitra kerja, namun juga menggarisbawahi sejumlah tantangan dalam tata kelola pengadaan dan kolaborasi bisnis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai entitas di lingkungan regional Jawa, termasuk Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, PHE OSES, hingga Pertamina East Natuna, serta melibatkan pemangku kepentingan seperti SKK Migas dan perbankan.

Dalam forum itu, fungsi Supply Chain Management (SCM) disebut berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan mitra kerja. Namun, koordinasi rantai pasok di sektor migas selama ini masih kerap dihadapkan pada persoalan efisiensi, transparansi, hingga kesiapan mitra dalam memenuhi standar operasional.

Direktur Pertamina EP Regional Jawa, Rachmat Hidajat, menekankan pentingnya posisi mitra kerja dalam mendukung operasional. "Mitra kerja bagi kami bukan sekadar penyedia barang dan jasa, tetapi bagian penting dalam memastikan kelancaran operasi, keandalan fasilitas produksi, percepatan proyek, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan," ujarnya seperti dikutip pada Senin (13/4). 

Pada hari pertama, forum diisi dengan pembahasan rencana kerja 2026 dan evaluasi tata kelola pengadaan. Di tengah tekanan ekonomi global, pelaku industri juga dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga efisiensi tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas proyek.

Selain itu, penguatan kolaborasi dengan sektor perbankan, dalam hal ini Bank Mandiri, menjadi salah satu sorotan. Akses pembiayaan bagi mitra kerja dinilai masih menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan proyek-proyek migas.

Di sisi lain, SKK Migas memperkenalkan platform Indonesian Oil and Gas (IOG) e-Commerce sebagai upaya mendorong transparansi dan efisiensi dalam proses pengadaan. Namun, implementasi platform digital semacam ini masih membutuhkan kesiapan sistem dan sumber daya dari para pelaku usaha.

Forum juga menghadirkan diskusi dan talkshow, termasuk pandangan dari Sandiaga Uno yang menyinggung pentingnya pengelolaan sumber daya berbasis nilai tambah. "Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia memiliki kekuatan strategis pada kekayaan sumber daya alamnya. Tantangannya adalah memastikan pengelolaan yang berorientasi pada nilai tambah, sehingga manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat," ujarnya.

Memasuki hari kedua, agenda beralih pada peningkatan kapasitas mitra kerja melalui pelatihan terkait sistem rantai pasok dan aspek keselamatan kerja. Evaluasi kinerja pemasok juga dilakukan melalui Supplier Performance Review (SPR), termasuk verifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Vice President Supply Chain Management Pertamina EP Regional Jawa, Bayu Kusuma Tri Aryanto, menilai kolaborasi menjadi faktor penentu keberlanjutan sektor ini. "Sebagai bagian dari Pertamina, kami memiliki peran dalam menghadirkan kontrak kerja yang memberikan dampak ekonomi. Namun, kami tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi penting agar kegiatan usaha mitra dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan," jelasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya