Perkuat Portofolio Farmasi, Bayer Targetkan Pertumbuhan Signifikan di 2027

Rahmatul Fajri
11/4/2026 14:30
Perkuat Portofolio Farmasi, Bayer Targetkan Pertumbuhan Signifikan di 2027
Bayer Pharma Media Day 2026, Stefan Oelrich, Anggota Dewan Manajemen Bayer AG dan Presiden Divisi Farmasi.(Dok. Pribadi)

BAYER AG, memproyeksikan pertumbuhan bisnis farmasi yang kuat di masa depan melalui strategi revitalisasi pipeline dan fokus pada inovasi sains. Perusahaan menargetkan Divisi Farmasi akan kembali bertumbuh di kisaran menengah satu digit mulai tahun 2027.

Dalam ajang Bayer Pharma Media Day 2026, Presiden Divisi Farmasi Bayer, Stefan Oelrich, mengungkapkan bahwa strategi transformasi perusahaan mulai menunjukkan hasil nyata. Bayer mencatat rekor pada tahun 2025 dengan meraih lima persetujuan pertama terdiri dari tiga produk baru dan dua indikasi baru, serta enam hasil positif pada uji klinis Fase III.

“Berkat portofolio farmasi terkuat yang pernah kami miliki, pipeline multimodal, dan model operasional yang didukung kecerdasan buatan (AI), kami berada di jalur yang tepat untuk memperluas margin operasional secara bertahap hingga mendekati 30 persen pada 2030,” papar Oelrich, melalui keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Oelrich mengatakan mereka memfokuskan pengembangan pada area terapi utama seperti kardiologi, onkologi, dan kesehatan perempuan. Salah satu katalis pertumbuhan utama mencakup pengembangan opsi pengobatan baru untuk pencegahan stroke sekunder yang menargetkan protein faktor XIa, guna mencegah gumpalan darah tanpa mengganggu fungsi pembekuan alami tubuh.

Di bidang onkologi, mereka berambisi menjadi pemimpin global dalam pengobatan kanker prostat dengan meneliti inhibitor reseptor androgen generasi kedua. Selain itu, perusahaan mengembangkan solusi penanganan gejala menopause yang diperkirakan akan dialami oleh 1,2 miliar perempuan di dunia pada tahun 2030.

Bayer juga memperkuat posisinya dalam pengobatan presisi melalui terapi sel dan gen regeneratif untuk penyakit degeneratif seperti Parkinson dan gagal jantung. Melalui unit bisnis AskBio dan BlueRock Therapeutics, Bayer berupaya menggantikan sel yang hilang dan memulihkan fungsi organ secara permanen.

Untuk mendukung efisiensi riset, juga ditargetkan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas Riset dan Pengembangan (R&D) hingga 40 persen pada 2030. Perusahaan telah mengintegrasikan AI dalam seluruh rantai nilai, mulai dari penemuan obat hingga perencanaan pasar global.

"Tekad kami adalah menjadi yang pertama atau terbaik di kelasnya (first- or best-in-class), karena pasien berhak mendapatkan yang terbaik,” tegas Executive Vice President Bayer, Christine Roth.

Pada tahun fiskal 2025, Bayer mencatatkan penjualan global sebesar 45,6 miliar euro dengan alokasi biaya riset mencapai 5,8 miliar euro. Melalui misi Health for all, Hunger for none, Roth mengatakan mereka berkomitmen mengatasi tantangan kesehatan akibat populasi dunia yang terus bertambah dan menua.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya