Bisnis Jastip Dongkrak Agen Logistik

M Ilham Ramadhan Avisena
10/4/2026 20:08
Bisnis Jastip Dongkrak Agen Logistik
Pelaku usaha jasa titip (jastip) menawarkan layanan pembelian produk saat pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.(MI/Agung Wibowo)

LONJAKAN tren fesyen dan maraknya penjual daring (online) turut mengerek kebutuhan layanan logistik di daerah. Di Medan, fenomena tersebut dimanfaatkan oleh Lidya Andriyani yang berhasil mengembangkan usaha agen logistik hingga mencatat omzet ratusan juta sampai miliaran rupiah per tahun.

Lidya memulai usahanya sebagai mitra Lion Parcel pada 2024, setelah melihat tingginya aktivitas pengiriman dari pelaku fesyen online dan jasa titip. Menurutnya, dinamika pasar lokal menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.

"Saya melihat peluang dari banyaknya online seller fesyen di Medan, termasuk para pelaku jastip, sehingga semakin yakin untuk buka agen logistik," ujarnya, seperti dikutip pada Jumat  (10/4). 

"Saya pilih Lion Parcel karena proses pendaftarannya sederhana, skema profitnya jelas, dan alur operasionalnya mudah dipahami, sehingga memudahkan agen. Akses ke penerbangan Lion Group yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia juga jadi nilai tambah karena pengiriman lebih cepat dengan harga yang kompetitif," lanjutnya. 

Bisnis yang dirintisnya tidak tumbuh instan. Lidya dan tim membangun jaringan dari bawah melalui pendekatan langsung ke pelaku usaha, termasuk strategi door-to-door dan keterlibatan dalam komunitas bisnis lokal. Cara ini perlahan memperluas basis pelanggan sekaligus meningkatkan kepercayaan.

Seiring meningkatnya volume pengiriman, agen yang dikelolanya kini mampu menangani ribuan paket per hari dengan dukungan sembilan orang tim operasional. Pelanggan menilai layanan yang diberikan cepat dan responsif, terutama dalam menangani kendala pengiriman.

Lidya mengakui, perkembangan usahanya juga didukung oleh pendampingan dari pihak perusahaan.

"Dari awal bergabung, saya dapat pendampingan yang komprehensif, mulai dari edukasi mengenai industri logistik dan cara mengembangkan bisnis. Tim Lion Parcel juga sigap memberikan bantuan ketika ada kendala operasional. Kalau saya beri masukan, Lion Parcel terbuka untuk kemajuan bersama," jelasnya. 

Selain aspek bisnis, ia menilai usaha ini memberi dampak sosial, terutama dalam membuka lapangan kerja dan memperluas relasi dengan pelaku usaha lokal.

"Sejak jadi agen Lion Parcel, saya bisa menjalin banyak relasi baru, terutama dengan para pelaku usaha. Namun, yang paling penting bagi saya adalah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Ke depannya, saya berharap usaha ini dapat terus berkembang sehingga dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," terang Lidya. 

Di sisi lain, Lion Parcel melihat Medan sebagai pasar strategis dengan aktivitas pengiriman yang tinggi. Perusahaan menyebut peran mitra agen menjadi kunci untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, sekaligus memperkuat layanan di tingkat lokal.

Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menuturkan, Lion Parcel berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan para mitra agen melalui berbagai program edukasi dan apresiasi.

"Melalui berbagai program, kami berharap para mitra agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di wilayahnya masing-masing," ujarnya. 

Dengan kebutuhan logistik yang terus meningkat, peluang menjadi agen pengiriman pun kian terbuka. Skema kemitraan yang ditawarkan relatif terjangkau, dengan modal awal mulai dari Rp10 juta, seiring pertumbuhan permintaan dari sektor perdagangan online yang terus berkembang. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya