Kementerian Pertanian Percepat Pemanfaatan Lahan CSR untuk Ketahanan Pangan Nasional

Irvan Sihombing
10/4/2026 11:31
Kementerian Pertanian Percepat Pemanfaatan Lahan CSR untuk Ketahanan Pangan Nasional
Melalui gerakan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di tengah dinamika iklim global.(Dok. Istimewa)

KEMENTERIAN Pertanian menggelar Gerakan Tanam Serempak di 17 provinsi dengan pusat kegiatan di Desa Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026), sebagai langkah percepatan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas produksi padi di tengah ancaman perubahan iklim.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang mewakili Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Ia didampingi Sekretaris Badan Zuroqi Mubarok serta Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli, bersama jajaran pemerintah daerah dan pelaku sektor pertanian lainnya.

Gerakan tanam serempak ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan lahan Cetak Sawah Rakyat agar segera produktif. Selain mendukung target swasembada padi berkelanjutan, percepatan tanam juga menjadi bagian dari mitigasi dampak iklim seperti El Nino yang berpotensi menekan produksi pangan nasional.

Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam tercatat mencapai sekitar 10.873,87 hektare, melampaui target awal sebesar 10.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR. Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tanam serempak menjadi langkah strategis untuk menjaga momentum produksi di tengah berbagai tantangan. “Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, pemerintah daerah, hingga penyuluh dan petani di lapangan. Kehadiran gubernur, bupati, dan wali kota juga menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayah masing-masing.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pengawalan di lapangan agar seluruh lahan yang telah diolah dapat segera ditanami. “Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar kita tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.

Selain mempercepat tanam, program ini juga mendorong modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses produksi di lapangan.

Melalui gerakan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di tengah dinamika iklim global. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya