Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat

 Gana Buana
08/4/2026 20:54
Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat
Pemerintah memantau lonjakan harga bahan baku plastik dan komoditas global akibat konflik Timur Tengah.(Dok. Alvaboard)

PEMERINTAH mulai memperketat pengawasan terhadap lonjakan harga bahan baku plastik dan sejumlah komoditas lain yang terdampak eskalasi geopolitik global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga ini dinilai berpotensi menekan sektor industri nasional yang masih bergantung pada pasokan impor.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah kini memantau pergerakan harga komoditas dunia secara harian untuk mengantisipasi efek lanjutan terhadap industri dan masyarakat. Fokus utama pemerintah adalah menahan agar gejolak harga global tidak berubah menjadi tekanan berkepanjangan di dalam negeri.

“Pemerintah terus setiap hari memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak kenaikan harga dunia,” ujar Prasetyo saat memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut dia, industri plastik menjadi salah satu sektor yang paling rentan karena bahan bakunya masih banyak bergantung pada impor. Saat harga energi dan komoditas dunia melonjak, biaya produksi dalam negeri ikut terdorong naik.

Untuk meredam dampaknya, pemerintah mengintensifkan koordinasi lintas kementerian. Sejumlah kementerian yang dilibatkan antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian guna merumuskan respons yang cepat dan terintegrasi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menjaga kestabilan pasokan energi dan bahan baku industri. Opsi pembukaan sumber pasokan baru turut dipertimbangkan jika tekanan harga global terus berlanjut.

Namun, Prasetyo menegaskan solusi atas persoalan ini tidak bisa diwujudkan secara instan. Sebab, penyesuaian pasokan bahan baku dan energi sangat bergantung pada rantai pasok global serta hubungan dagang antarnegara yang membutuhkan waktu.

Ia mencontohkan upaya mencari pemasok minyak baru tidak sesederhana memilih negara produsen. Menurutnya, meski ada banyak negara atau perusahaan yang memiliki kapasitas produksi, pemerintah dan pelaku industri tetap memerlukan proses adaptasi, negosiasi, hingga penyesuaian skema pembelian.

Karena itu, pemerintah saat ini memilih jalur mitigasi bertahap sambil terus menyusun berbagai skema kebijakan untuk menjaga kestabilan harga. Langkah tersebut dinilai penting agar industri nasional tidak semakin terpukul oleh ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.(Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya