Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Istana, Bahas Dampak Geopolitik Timteng

Kautsar Widya Prabowo 
08/4/2026 12:32
Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Istana, Bahas Dampak Geopolitik Timteng
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya .(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat kerja akbar bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). Pertemuan strategis ini akan membedah kondisi ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi agenda besar tersebut. Ia menyebutkan rapat akan dimulai pada siang hari dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan kementerian dan lembaga.

“Pukul 14.00 di Istana, (dihadiri) seluruh Kabinet Merah Putih,” ujar Teddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/4).

Melibatkan Pejabat Eselon I dan Dirut BUMN
Rapat kerja ini tidak hanya terbatas pada level menteri. Presiden Prabowo menginstruksikan kehadiran pejabat eselon I, mulai dari direktur jenderal (dirjen), deputi, hingga jajaran direktur utama (dirut) BUMN. Langkah ini dinilai sebagai upaya sinkronisasi kebijakan dari level pengambil keputusan hingga pelaksana teknis.

Meski demikian, Teddy belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai apakah akan ada taklimat atau arahan khusus yang bersifat tertutup dalam pertemuan tersebut.

Fokus pada Resiliensi Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memberikan sinyal bahwa fokus utama pertemuan ini adalah menjaga stabilitas ekonomi domestik. Dinamika di Timur Tengah diakui menjadi variabel krusial yang harus diantisipasi pemerintah.

“Besok akan ada acara dengan para menteri dan pejabat di kementerian,” kata Airlangga usai mengikuti rapat terbatas pada Selasa (7/4).

Airlangga dijadwalkan menyampaikan paparan komprehensif mengenai peta jalan ekonomi Indonesia di hadapan Presiden. "Tentunya besok akan ada acara dengan para menteri dan pejabat kementerian," pungkasnya.

Pemerintah berupaya memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter tetap solid meskipun ketidakpastian global terus membayangi jalur perdagangan dan harga energi dunia. (Bob/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya