Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Kamis sore, turun 86,97 poin atau 1,05%, dengan indeks ditutup pada posisi 8.235,26.
Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terkait kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat (AS).
IHSG hari inibergerak negatif sepanjang hari, meski dibuka menguat. Pada sesi kedua perdagangan, IHSG masih berada di zona merah hingga penutupan pasar.
Pada sektor yang mengalami penurunan terbesar, saham-saham yang terkait dengan sektor energi, logistik, dan barang konsumen non-primer paling terdampak. Di antara saham-saham yang melemah terbesar hari ini adalah INDS, SKBM, ARKO, BUVA, dan KONI.
Sementara itu, sejumlah saham yang menunjukkan kenaikan adalah MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, dan STAR, meskipun secara keseluruhan pasar masih dipenuhi kekhawatiran.
Sentimen negatif datang dari pengumuman kebijakan tarif baru oleh Departemen Perdagangan AS terhadap negara-negara produsen panel surya, termasuk Indonesia.
AS memutuskan untuk mengenakan tarif impor tinggi terhadap produk sel dan panel surya dari Indonesia, yang berdampak langsung pada emiten-emiten di sektor energi dan logistik. Tarif yang dikenakan pada Indonesia adalah sebesar 104,38%, sementara perusahaan-perusahaan lokal seperti PT Blue Sky Solar dan PT REC Solar Energy masing-masing dikenakan tarif individual yang jauh lebih tinggi.
Menurut analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, kebijakan tarif tersebut menambah ketidakpastian yang sudah ada, memperburuk mood investor di pasar saham domestik.
"Meskipun IHSG sempat menguat, kebijakan tarif AS ini telah memicu koreksi," ujarnya.
Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 54,17 miliar lembar saham dengan total transaksi mencapai Rp28,08 triliun. Sebanyak 157 saham tercatat naik, sementara 594 saham turun.
Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik mencatatkan penurunan terbesar dengan minus 2,60%, diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer dan barang baku yang masing-masing turun 1,98% dan 1,74%.
Meskipun IHSG mengalami penurunan, beberapa analis masih melihat potensi bagi saham-saham tertentu untuk bertahan atau bahkan naik. Berdasarkan sektor-sektor yang lebih kuat, seperti energi dan logistik, investor mungkin melihat peluang di area retracement harga.(Emtrade/Ant/Z-10)
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved