Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA kripto global, OKX, kembali merilis laporan Proof of Reserves (PoR) ke-39 secara berturut-turut untuk mempertegas transparansi dan keamanan aset para penggunanya. Dalam laporan terbaru per Februari 2026 ini, OKX mencatatkan kepemilikan aset utama (primary assets) senilai lebih dari US$30,6 miliar.
Laporan ini memastikan bahwa seluruh aset pengguna didukung penuh dengan rasio minimal 1:1. Berdasarkan verifikasi independen oleh Hackenclub, OKX menunjukkan rasio cadangan (reserve ratio) di atas 100% pada empat aset kripto utama, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan USD Coin (USDC).
Guna menjaga privasi pengguna sembari memberikan transparansi, OKX tetap mengandalkan teknologi Zero-Knowledge Proof atau zk-STARK. Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan verifikasi mandiri untuk memastikan aset mereka tercakup dalam cadangan perusahaan tanpa harus memaparkan data sensitif atau informasi pribadi.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
“Kami membangun kepercayaan melalui cara yang paling sulit, yaitu melalui stabilitas, transparansi, dan disiplin. PoR ke-39 ini menegaskan komitmen OKX untuk menjaga cadangan 100% lebih secara konsisten setiap bulan,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
Langkah rutin OKX ini dipandang sebagai upaya mendorong maturitas industri aset digital menuju era "Kinetic Finance". Era ini menuntut integrasi yang kuat antara aspek teknologi, likuiditas, dan kepercayaan (trust) sebagai standar baru di pasar keuangan global.
Publikasi ke-39 ini melanjutkan tren pertumbuhan positif dari laporan sebelumnya (PoR ke-38 pada Desember 2025), yang juga menunjukkan peningkatan kepemilikan aset pengguna pada instrumen BTC, ETH, dan USDT. Konsistensi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem kripto yang lebih berkelanjutan dan terpercaya bagi investor ritel maupun institusi.
Data menunjukkan volume perdagangan derivatif justru naik dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret.
Inisiatif ini, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pengguna, sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital.
Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga secara global dalam minat terhadap RWA, dengan kontribusi mencapai 10,1% dari total minat dunia.
Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja berpartisipasi sebagai sponsor dalam Gathering Akbar Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Yogyakarta.
Ramadan bukan faktor utama yang menentukan arah pasar kripto. Harga tetap dipengaruhi likuiditas global, kebijakan suku bunga The Fed, dan sentimen makro internasional.
Instrumen ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate, serupa dengan perpetual futures pada aset kripto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved