Minat Masyarakat Terhadap Aset Kripto Meningkat di Tengah Pasar yang Fluktuatif

Rahmatul Fajri
28/4/2026 22:13
Minat Masyarakat Terhadap Aset Kripto Meningkat di Tengah Pasar yang Fluktuatif
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Jumlah investor aset kripto di Indonesia mencatatkan rekor baru dengan melampaui angka 21 juta akun pada awal 2026. Meski jumlah investor terus tumbuh, pasar saat ini tengah menghadapi tantangan volatilitas akibat tekanan makroekonomi dan geopolitik global.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Februari 2026, jumlah investor tercatat mencapai 21,07 juta akun. Namun, pertumbuhan ini dibarengi dengan penurunan nilai transaksi menjadi Rp29,4 triliun pada Februari, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp37,29 triliun.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa fluktuasi ini dipicu oleh sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik AS-China dan konflik Timur Tengah, serta kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

"Penurunan di 2025 hingga awal 2026 lebih merupakan fase normalisasi dan konsolidasi, bukan pelemahan fundamental industri," ujar Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Di tengah menyusutnya volume perdagangan di pasar spot, Tokocrypto menangkap adanya pergeseran perilaku investor menuju instrumen derivatif. Data menunjukkan volume perdagangan derivatif justru naik dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret.

Instrumen ini dinilai lebih fleksibel karena memungkinkan investor mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki aset secara langsung. Merespons tren tersebut, Tokocrypto berencana meluncurkan produk derivatif dalam waktu dekat.

"Pertumbuhan volume derivatif menjadi sinyal bahwa pasar semakin matang. Kami ingin menghadirkan produk derivatif yang kompetitif dan mudah diakses pengguna ritel agar mereka bisa mengelola risiko dengan lebih baik," tambah Calvin.

Selain inovasi produk, Tokocrypto juga meluncurkan Referral Program baru untuk memperluas adopsi aset digital. Melalui program ini, pengguna bisa mendapatkan komisi hingga 20% seumur hidup dari biaya transaksi (trading fee) rekan yang diajak.

Tak hanya itu, perusahaan menyediakan total hadiah (reward) tambahan hingga Rp200 juta setiap bulannya bagi pengguna yang aktif. Strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan komunitas secara organik di tengah dinamika pasar yang cair.

Calvin optimistis, dengan kombinasi edukasi dan produk yang adaptif, industri kripto nasional akan tetap berkelanjutan. "Melalui program referral dan produk seperti derivatif, kami ingin memberikan lebih banyak akses dan peluang bagi masyarakat untuk terlibat di ekosistem kripto secara luas," pungkasnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya