Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi. Di pasar ekuitas, minat investor asing tetap kuat. Sepanjang sesi perdagangan Selasa (13/1), investor global membukukan net buy sekitar Rp1,4 triliun di pasar reguler. Akumulasi pembelian terbesar tercatat pada saham PT Vale Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. Saham Merdeka Battery Materials (MBMA) melonjak sekitar 19,2%, diikuti penguatan Astra International (ASII) sebesar 4,3% dan Vale Indonesia (INCO) sebesar 2,7%.
Head of Research and Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menilai pola tersebut mencerminkan minat selektif dana asing pada emiten berbasis komoditas dan sektor siklikal yang dinilai diuntungkan oleh pelemahan rupiah serta prospek pertumbuhan laba. “Yang mana ini diuntungkan oleh pelemahan rupiah serta prospek pertumbuhan laba,” ucapnya.
Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Jessica Tasijawa menjelaskan tekanan terhadap mata uang global masih berlanjut seiring menguatnya Indeks Dolar AS (DXY) kembali ke kisaran 99. Dalam kondisi tersebut, rupiah melemah ke Rp16.865 per dolar AS dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua setelah yen Jepang.
Jessica juga menyoroti premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang melebar ke atas 70 basis poin dari sekitar 68 basis poin di awal tahun. Menurutnya, pergerakan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global serta tantangan domestik yang belum sepenuhnya mereda. “Ini mencerminkan ketidakpastian global yang meningkat dan tantangan domestik yang masih ada,” katanya.
Dari sisi kebijakan moneter global, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,75% pada Januari 2026, menegaskan sikap higher for longer. Ketegangan yang meningkat antara Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump dinilai semakin menekan ekspektasi pelonggaran suku bunga, dengan pasar kini memperhitungkan tidak adanya pemangkasan sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei.
Jessica menambahkan, risiko global juga diperkuat oleh memanasnya kondisi di Iran di tengah tekanan ekonomi berat dan hampir kolapsnya nilai rial akibat inflasi yang mengakar, sanksi, lemahnya kepercayaan, serta arus keluar modal. Ancaman tarif baru dari AS turut menambah tekanan eksternal dan risiko penurunan terhadap stabilitas global.
Bagi pasar keuangan, saluran transmisi utama dari gejolak geopolitik tersebut adalah harga minyak. Peningkatan risiko geopolitik berpotensi mendorong harga minyak naik meskipun gangguan pasokan masih terbatas. Untuk Indonesia, kenaikan harga minyak mentah berisiko memperburuk neraca perdagangan migas, meningkatkan biaya impor energi dan inflasi berbasis impor. Dampak lanjutan yang diantisipasi adalah menyempitnya ruang pemangkasan suku bunga serta meningkatnya risiko fiskal melalui kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, pungkas Jessica. (E-3)
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
INDEKSĀ Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG hari ini 14 Januari 2026 dibuka melesat ke level 9.007,05, mencetak rekor All Time High (ATH) baru di tengah optimisme pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved