Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SKOR kredit menjadi salah satu penentu reputasi finansial yang berdampak luas pada kehidupan ekonomi seseorang, mulai dari
pengajuan pinjaman, pembelian rumah, hingga rekrutmen kerja di sektor tertentu.
Karena itu, menjaga skor kredit sejak dini dinilai penting bagi generasi muda, ungkap Presiden Direktur Credit Bureau Indonesia (CBI),
Anton Adiwibowo.
Anton menekankan skor kredit dapat rusak hanya karena kesalahan kecil, misalnya telat membayar pinjaman dalam jumlah kecil.
"Reputasi finansial bisa rusak hanya karena hal kecil, misalnya telat bayar Rp100 ribu. Riwayat itu akan tercatat dan bisa menutup banyak
kesempatan," kata Anton, dikutip Minggu (31/8).
Anton menjelaskan skor kredit yang buruk dapat membuat seseorang kesulitan mengakses pinjaman, dikenakan bunga tinggi, bahkan ditolak dalam proses perekrutan kerja di sektor tertentu.
Karena itu, generasi muda diharapkan mampu membangun reputasi keuangan secara bijak.
Ia memberikan sejumlah kiat, di antaranya mengambil pinjaman hanya sesuai kebutuhan dan mendahulukan pembayaran kewajiban sebelum pengeluaran lain.
"Ketika menerima pemasukan bulanan, bayar dulu pinjaman yang ada, sisanya baru digunakan untuk kebutuhan lain," ujarnya. (Ant/Z-1)
Dosen IPB University mengungkap fenomena fake rich middle class di Indonesia, di mana gaya hidup mewah tidak sebanding dengan ketahanan finansial yang kokoh.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved