Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Amil Zakat, Infak, dan Sedekat Muhammadiyah (Lazismu) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam pengembangan sistem pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui aplikasi MyBCA.
Kolaborasi ini bukan kali pertama antara BCA dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sebelumnya, BCA telah bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk sektor pendidikan serta produksi film Ir. Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia, hasil kolaborasi antara Muhammadiyah dan BCA.
Ketua Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga filantropi dan sektor perbankan.
"Saat ini, sudah ada lebih dari 8 juta pengguna MyBCA dan lebih dari 40 juta rekening yang terdaftar di BCA. Dengan keterlibatan Lazismu dalam ekosistem MyBCA, ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan serta mempermudah masyarakat dalam menunaikan ZIS," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (24/3).
Di tempat yang sama, Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, menyampaikan bahwa BCA telah menjalin berbagai sinergi dengan Muhammadiyah, terutama di bidang pendidikan. Kini, melalui kolaborasi dengan Lazismu, BCA ingin turut memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia dengan menghadirkan sistem pembayaran digital yang lebih mudah dan aman.
Sementara itu, Muhadjir Effendy selaku Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia merupakan mitra yang tepat bagi Muhammadiyah, yang kini menjadi organisasi filantropi keagamaan terbesar ke-4 di dunia.
"Dengan potensi yang dimiliki, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama, terutama dalam mendukung pilar ekonomi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015," tuturnya.
Melalui kerja sama ini, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara digital melalui MyBCA. Diharapkan, inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berbagi dan mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dikelola oleh Lazismu.
BCA dan Lazismu optimistis bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat ekosistem digital dalam pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas untuk kesejahteraan umat dan bangsa. (H-2)
Program Beasiswa Cendekia Baznas merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Baznas disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
BAZNAS RI resmi meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved