Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) berkomitmen untuk menjaga posisinya sebagai pemegang saham terbesar di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo, menjawab pertanyaan media mengenai apakah Bank Mandiri telah melakukan pembicaraan dengan calon investor strategis BSI.
"Sikap Bank Mandiri adalah kami tetap berkomitmen untuk menjaga posisi sebagai pemegang saham terbesar di BSI," kata Sigit seperti dilansir dari Antara, Selasa (30/4).
Baca juga : Kinerja Tumbuh Dua Digit, BRIS Top Gainer LQ 45
Sigit mengatakan, Bank Mandiri secara rutin melakukan diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memastikan optimalisasi dari kinerja perusahaan anak termasuk BSI. Salah satu di antaranya, yaitu mengkaji kemungkinan adanya partner strategis ke depan.
Bank Mandiri, sebagai pemegang saham mayoritas BSI, juga akan terus berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar strategi pengembangan BSI tetap sejalan atau in line dengan penguatan peran Bank Mandiri ke depan.
"Dan jika diperlukan, tentu Bank Mandiri akan melakukan disclosure sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Sigit.
Baca juga : Saham GoTo Terus Turun, Mandiri Capital Masih Simpan Optimisme
Terkait arah pengembangan BSI ke depan, Sigit mengatakan bahwa bank syariah tersebut berencana untuk fokus pada menumbuhkan pembiayaan yang high yield dengan kualitas aset yang optimal, ekspansi dana retail, serta peningkatan penetrasi pada islamic ecosystem.
Hal tersebut sesuai dengan tujuan utama dari pendirian BSI, yakni sebagai salah satu mesin pengembangan potensi ekonomi syariah serta mengokohkan dominasi BSI sebagai perbankan syariah di Indonesia.
Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) dari Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan akan membeli saham minoritas BSI senilai 1,1 miliar dolar AS.
Merujuk pada informasi di halaman website BSI, saat ini Bank Mandiri menjadi pemegang saham mayoritas di BSI dengan porsi sebesar 51,47 persen.
Selain Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga memegang saham di BSI dengan komposisi masing-masing 23,24 persen dan 15,38 persen. Sementara porsi kepemilikan
publik atas saham BSI sebesar 9,91 persen. (Z-6)
Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pelaku industri pasar modal meluncurkan Program PINTAR Reksa Dana – SiMuda Investasiku.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai sebesar Rp289 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah sebagai strategi menangkap lonjakan minat beribadah ke Tanah Suci di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat peningkatan permintaan pembiayaan kendaraan menjelang bulan suci Ramadan.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi
Dalam RUPST, Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun, nilai tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 16,6% secara year on year (yoy).
Aksi donor darah digelar sebagai inisiatif yang merupakan bagian dari program Mandiri Donor Darah bertema “Berbagi Kebaikan untuk Sesama”.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
Kinerja Bank Mandiri dinilai tetap positif pada awal 2026, ditopang strategi ekspansi kredit yang agresif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi kehati-hatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved