Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Riset dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menuturkan pemerintah perlu memperhatikan dampak penaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% di 2025 terhadap masyarakat golongan bawah. Pasalnya itu akan menambah pengeluaran tiap individu.
"Perlu mengelola dampaknya terhadap kelompok menengah bawah. Mengingat PPN ialah pungutan yang regresif. Ada potensi dampak sosial bagi masyarakat bawah. Untuk itu pemerintah bisa memberikan bantuan sosial sebagai bantalan sosial bagi masyarakat bawah," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (9/3).
Penaikan tarif PPN sedianya telah diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. UU tersebut mengamatkan pemerintah menaikkan tarif pajak menjadi 12% paling lambat mulai 1 Januari 2025.
Baca juga : The Fed Catat Sedikit Peningkatan Aktivitas Ekonomi sejak Januari
Karena telah diatur dalam UU, kata Fajry, hal yang paling krusial ialah pengelolaan atas dampak yang timbul akibat tarif baru tersebut. Selain menambah bantuan sosial kepada masyarakat menengah bawah, pemerintah dinilai mampu mengelola dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi.
Meski diakui tak akan memiliki dampak besar pada peningkatan inflasi karena banyak fasilitas PPN bagi objek tertentu dan ambang batas Pengusaha Kena Pajak (PKP) masih cukup tinggi, pemerintah diminta tetap waspada. "Hasil estimasi dahulu kisarannya akan berkontribusi 0,4% (terhadap inflasi). Perlu koordinasi antara menteri keuangan, gubernur BI (Bank Indonesia), menteri dalam negeri, dan pemerintah daerah untuk menstabilkan harga," kata Fajry.
Karena itu, pemerintahan baru nanti didorong untuk tidak salah menunjuk menteri keuangan yang baru. Hal tersebut menjadi penting untuk bisa menjaga efektivitas kebijakan. "Sosok pemimpin menjadi penting dalam menentukan efektivitas kebijakan. Untuk itu tak boleh salah pilih Menkeu baru," tambah Fajry.
Menurutnya, realisasi penerimaan pajak di 2022 dapat menjadi acuan dalam implementasi tarif PPN baru di tahun depan. Hal yang pasti, penerimaan pajak di 2025 akan lebih besar akibat kenaikan tarif tersebut, terlebih penerapannya dilakukan mulai Januari,lebih cepat dari 2022 yang baru diterapkan pada April.
"Dampaknya mungkin akan menghasilkan penerimaan lebih dari Rp60 triliun. Dengan potensi sebesar itu tentu tidak akan banyak mengerek tax ratio kita. Namun memberikan sumber penerimaan baru bagi pemerintahan baru untuk merealisasikan janji politiknya," pungkas Fajry. (Z-2)
Menkeu Purbaya memastikan tak ada pajak baru seperti pajak tol dan pajak orang kaya. Pemerintah fokus menutup kebocoran dan mengejar perusahaan nakal.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penambahan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga Rp84,5 triliun dari transaksi digital lintas negara
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai atau PPN DTP sebesar 100 persen untuk pembelian properti yang berlaku hingga 31 Desember 2027
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang keringanan atau insentif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk pembeli rumah susun ataupun tapak hingga 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026.
PEMERINTAH terus mendorong percepatan transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) guna meningkatkan ketepatan sasaran, efisiensi, serta transparansi.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
DTSEN terbaru akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler.
Cek status bansos PKH, BPNT, dan PIP April-Juni 2026. Cari tahu cara mendaftar, syarat, serta jadwal pencairan bantuan sosial di sini!
Bapanas mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng per 25 Maret telah menyentuh hingga 382.529 penerima di 24 provinsi.
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina desak Kemensos satukan proses verifikasi dan penyaluran bansos untuk cegah percaloan dan dana mengendap di bank.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved