Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Berkah Beton Sadaya Tbk (“BEBS”) memperluas jangkauan usaha dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Pembangunan Infrastruktur di Azerbaijan dengan PT Wijaya Karya (WIKA).
Penandatanganan MoU dilakukan pada Kamis (18/8), di kantor Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta.
Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia, Jalal Sabir Mirzayev adalah untuk proyek pembangunan infrastruktur transportasi, energi, telekomunikasi, hunian dan bangunan.
Direktur Utama BEBS Hasan Muldhani mengungkapkan, rencana ekspansi usaha BEBS-WIKA tersebut dalam bentuk Kerja sama Operasi untuk proyek-proyek restorasi dan rekonstruksi wilayah Karabakh dan Zangazur Timur serta wilayah lainnya di Azerbaijan.
Baca juga : Perusahaan Elektronik Midea Akan Bangun Pabrik di Indonesia
Kerja sama operasi tersebut meliputi pembangunan infrastruktur berupa jalan raya, jembatan, jalur kereta api, terminal kendaraan umum, bandar udara, jaringan listrik, jaringan pipa gas, pembangkit listrik, saluran irigasi, apartemen, sekolah dan kantor pemerintahan.
Menurut Hasan, kerja sama tersebut akan berkelanjutan dalam menjawab tantangan dalam bersaing di kancah global.
“Sinergi antara BEBS dan WIKA untuk pelaksanaan proyek di Azerbaijan ini sangat strategis. Dengan kerjasama ini, BEBS selaku Perusahaan industri pendukung infrastruktur dan WIKA sebagai pelaku bisnis konstruksi dapat saling memperkuat bisnis masing-masing Perusahaan. Kolaborasi tersebut merupakan bentuk inovasi pengembangan teknologi dan bisnis serta sebagai bentuk peningkatan kompetensi dan kapabilitas bagi kedua belah pihak,” kata Hassan. (RO/OL-7)
INFISA menetapkan status darurat bagi 13 ABK Indonesia yang terjebak di Baku, Azerbaijan. Pemerintah didesak segera melakukan repatriasi tanpa hambatan birokrasi.
Simak kronologi lengkap serangan drone di Bandara Internasional Nakhchivan Azerbaijan (5 Maret 2026) yang memicu ketegangan tinggi di wilayah Kaukasus.
IRAN menyebut bahwa Israel di balik serangan drone terhadap Azerbaijan. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan Israel memiliki riwayat melakukan operasi semacam itu untuk timbulkan perpecahan
Menlu Iran Abbas Araghchi bantah serang Azerbaijan. Ia tuding Israel dalangi serangan drone di Bandara Nakhchivan untuk merusak hubungan Teheran dengan tetangga.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
Azerbaijan kecam serangan drone Iran yang hantam Bandara Internasional Nakhchivan. Dua orang terluka dalam serangan ke fasilitas sipil tersebut. Baku ancam balas dendam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved