Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengantongi proyek baru sebesar Rp11,32 triliun pada sembilan bulan pertama 2021.
Nilai kontrak ini berarti naik 82,3% dari posisi yang sama tahun lalu yakni Rp6,2 triliun.
Direktur Utama Adhi Entus Asnawi Mukhson dalam paparannya mengungkapkan bahwa ADHI membukukan pendapatan (revenue) sebesar Rp7,4 triliun pada September 2021.
"Adhi menjaga profitabilitas (laba bersih) sampai dengan September 2021 (3Q21) sebesar Rp17,0 miliar, didukung peningkatan operational excellence dan pendapatan ventura bersama (proyek Join Operasi) di tengah pandemi covid second wave," ujarnya dalam paparan publik Adhi Karya di Jakarta,Rabu (17/11)
Rincian kontrak baru terdiri dari infrastruktur sebesar Rp 5,5 triliun, proyek-proyek gedung senilai Rp 3,3 triliun, properti sekitar 1 triliun, manufaktur sekitar Rp 400 miliar dan semlter Rp 1,8 triliun. Sampai akhir tahun ini, Adhi Karya optimistis perolehan kontrak baru mampu bertumbuh hingga 20%.
Selain itu, Adhi juga terus memaksimalkan kinerja melalui pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional. Antara lain Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km dengan progres per November 2021 sebesar 76,4 %.
Belanja Modal
Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Adhi Karya Tbk, A.A.G Agung Dharmawan menjelaskan pihaknya telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp388,8 miliar.
"Capex tahun 2021 direncanakan untuk investasi-investasi dalam rangka pengembangan bisnis yang dengan adanya covid gelombang kedua ini mengalami penyesuaian," jelasnya.
Adhi Karya akan fokus memperbaiki struktur keuangan terutama dari sisi permodalan.Penambahan efek berupa utang yang mempengaruhi leverage perseroan akan dihindari.
Adhi saat ini sekarang tengah melakukan beberapa aksi untuk memperbaiki ekuitas. Salah satunya dengan mendorong anak usaha melakukan penawaran umum perdana (IPO) serta penambahan modal dari pemegang saham.
"Upaya-upaya ini tujuannya untuk meningkatlan equity yang kita miliki sehingga bisa menyerap rencana-rencana bisnis yang kita lihat ke depan masih ada prospek yang baik," ujar Agung Dharmawan.
Agung mengatakan, Adhi Karya juga mulai melihat berbagai skema yang paling mungkin untuk dilakukan terutama dari sisi pendanaan. Sejak tahun lalu, perseroan sudah mulai bergeser dan konsisiten mencari pendanaan yang bersifat project financing.
"Langkah ini ditempuh dalam rangka memperkuat fondasi agar perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjutan," tandasnya.
Adapun saat ini Adhi mampu mempertahankan hasil credit rating pada posisi A- dengan outlook yang meningkat menjadi stable dari negative outlook di tahun sebelumnya.
Hasil ini merupakan kepercayaan Pemeringkat Efek kepada Adhi karya dikarenakan di tengah keadaan yang tak bersahabat, perseroan tetap tidak pernah menunda kewajiban dalam melakukan pembayaran. Hasil ini juga sebagai indikasi baik atas kemampuan ADHI dalam menjaga komitmen keuangan di kemudian hari. (RO/E-1)
PT Astra Agro Lestari Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba yang signifikan, didorong oleh efisiensi operasional dan pengendalian biaya.
Laba emiten properti melonjak 216,7% pada 2025, ditopang optimalisasi aset dan pendapatan berulang, serta membagikan dividen Rp2 miliar.
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 16,6% secara year on year (yoy).
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap resilien sepanjang 2025, didukung oleh strategi bisnis yang adaptif dan pengelolaan risiko yang prudent.
Kinerja Bank Mandiri pada awal 2026 dinilai tetap solid meski permintaan kredit secara struktural belum sepenuhnya pulih.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan volume penjualan sepanjang 2025, namun membukukan pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut.
Lebih dari 100 ribu pemudik mengikuti Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 yang secara resmi dilepas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/3).
Adhi Karya tetap memiliki kewenangan pengawasan langsung terhadap aspek operasional dan keuangan hotel guna memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Pihaknya akan mengirim surat kepada Adhi Karya secara resmi untuk meminta pembongkaran.
Pramono mengakui ada beberapa permasalahan yang muncul ketika Pemprov Jakarta hendak membongkar tiang monorel yang mangkrak itu.
Sejak 2017 sampai dengan 2024, perusahaan tersebut menjalankan program 1 Juta Pohon.
WAKIL Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo angkat bicara soal atap atau plafon bangunan Stasiun Cawang LRT Jabodebek yang jebol akibat curah hujan yang besar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved