Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat pada level Rp14.100-14.200 hingga akhir tahun. Saat ini, rupiah berada di level Rp14.407 per dolar AS.
Analis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono menyebut ada dua faktor yang menyebabkan penguatan rupiah. Pertama, penurunan bunga imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury.
“Tentu ekspektasi yield industri masih bisa pembalikan arah ke level yang lebih rendah, dibanding kondisi sekarang,” ujar Dhian dalam seminar virtual, Kamis (6/5).
Baca juga: Ekonomi RI Kuartal II 2021 Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi
Lebih lanjut, dia menyoroti faktor lain yang mendorong penguatan rupiah ialah kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed. Sebab, hal itu membuat kekhawatiran pasar lebih rendah.
“Sehingga, kekhawatiran (kebijakan) The Fed itu lebih rendah. Lalu meminati instrumen market, terutama rupiah itu bisa terjadi di akhir tahun,” imbuhnya.
“Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran Rp14.100-14.200 sampai akhir tahun,” tutup Dhian.(OL-11)

Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 108 poin ke level Rp17.289 pada Kamis (23/4/2026) pagi. Simak analisis pergerakan kurs hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved