Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADUAN terhadap sektor e-commerce meningkat tajam seiring dengan tingginya aktivitas sektor itu selama pandemi.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menerima 1.276 pengaduan sepanjang Januari-Desember 2020. Dari 1.276 pengaduan itu, e-commerce mengalami peningkatan paling tinggi, dari 1,35% dalam tiga tahun terakhir menjadi 23,11% tahun ini.
Secara terperinci, Ketua Komisi Advokasi BPKN Rolas B Sitinjak memaparkan pengaduan di sektor perumahan masih tetap tertinggi, yakni 39,92%, disusul sektor e-commerce 23,11%, jasa keuangan 16,48%, jasa telekomunikasi 5,41%, jasa transportasi 2,38%, serta barang elektronik, telematika dan kendaraan bermotor; listrik gas dan rumah tangga; obat dan makanan; dan layanan kesehatan yang persentasenya kecil.
Rolas menuturkan, dari 1.276 pengaduan tersebut, sebanyak 600 pengaduan (47,02%) terpulihkan haknya, atau masalahnya selesai tanpa proses hukum.
Lebih lanjut, Rolas menjelaskan sejumlah masalah yang banyak diadukan konsumen di bidang e-commerce, yakni mengenai OTP dan pishing. Namun, ia menilai hal tersebut kebanyakan terjadi karena keteledoran konsumen. Karena itu, BPKN terus mendorong edukasi bagi konsumen dalam transaksi berbelanja daring yang aman.
Wakil Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN Anna Maria Tri Anggraini menambahkan, rekomendasi yang disampaikan BPKN dalam penanganan pengaduan di sektor e-commerce di antaranya meminta otoritas terkait, termasuk marketplace, untuk lebih meningkatkan pengawasan.
“Terutama juga pentingnya atau disegerakannya terbitnya UU perlindungan data pribadi karena ini juga sesuai dengan imbauan dan anjuran Presiden Jokowi agar segera DPR sahkan UU perlindungan data pribadi karena ini penting untuk keamanan dan keselamatan konsumen yang selama ini bocor lewat pishing atau SMS atau data yang diserahkan ke online shop,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPKN Rizal E Halim mengakui sepanjang 2020, ada pergeseran tren pengaduan. Itu sebelumnya didominasi sektor perumahan, tetapi kini mulai merambah sektor e-commerce dan jasa keuangan.
“Sektor yang melonjak tinggi sepanjang pandemi ini sektor keuangan dan e-commerce. BPKN sementara akan memfokuskan diri ke sini, pertama, karena regulasi yang belum ajek dan karena dampak kasus yang melanda dua sektor ini cukup masif dan meresahkan masyarakat,” pungkas Rizal.
Perlu penguatan
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Muhammad Mufti Mubarok mengungkapkan perlunya penguatan perlindungan konsumen untuk peningkatan efektivitas daya beli konsumen.
“Terdapat tiga langkah untuk penguatan perlindungan konsumen. Pertama ialah revisi undang-undang perlindungan konsumen yang sudah masuk ke strategi nasional,” kata Mufti.
Kedua ialah adanya penguatan dan sinergi lembaga perlindungan konsumen. Menurutnya, lembaga perlindungan konsumen, termasuk BPKN, perlu diperkuat kembali.
Ketiga ialah pembangunan national dispute resolution yang di-back up secara daring. Jadi, sistem itu akan memberikan pelayanan penyelesaian pengaduan secara cepat, masif, terstruktur, dan sistemis.
“Terkait dengan pengaduan konsumen yang hari ini masih karut-marut sehingga bisa diselesaikan dengan cepat. Harapan kita tiga langkah tersebut bisa sangat membantu di tahun-tahun berikutnya,” ujar Mufti. (Ant/E-1)
Di tengah meningkatnya kesadaran finansial, konsumen kini cenderung lebih selektif dan terencana dalam membelanjakan pendapatannya.
Seskipun sektor informal berperan sebagai penyangga ekonomi, sektor ini tidak memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai bagi pekerja.
INDUSTRI e-commerce nasional sepanjang 2025 masih mencatatkan aktivitas belanja digital yang tinggi.
Jangan terjebak! Simak modus penipuan berkedok program affiliate e-commerce yang meminta deposit uang. Kenali ciri-ciri dan cara verifikasi agar data dan uang Anda tetap aman
Platform e-commerce menjadi salah satu pilihan praktis bagi konsumen untuk menemukan berbagai perlengkapan yang menunjang aktivitas selama libur Lebaran melalui belanja online.
Memasuki 2026, isu efisiensi operasional semakin menjadi perhatian utama sektor logistik darat di Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved