Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Gedung Pertemuan dan Tempat Resepsi Indonesia (ASGEPERINDO) akan mengajukan pembukaan resepsi pernikahan. Hal ini menyusul rencana diizinkannya pembukaan resepsi pernikahan di Jakarta di tengah pandemi covid-19 ini mulai pekan depan.
Menurut Sekretaris Jenderal ASGEPERINDO Abdul Hadi, para pengusaha gedung dan tempat resepsi ini sudah memiliki protokol dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, pihaknya harus memenuhi beberapa proses administrasi untuk bisa melakukan presentasi ke 6 instansi Dinas di bawah Pemprov DKI Jakarta.
“Protokol dan SOP sudah siap semua. Hanya saja kami harus dan wajib mengurus Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan sebagian anggota harus memperbaharui AKTA pasal 3. Setelah lengkap administrasinya baru bisa presentasi ke 6 instansi Dinas Pemprov DKI Jakarta,” katanya kepada Media Indonesia, Minggu (8/11).
Pihaknya pun menjamin penyelenggaraan pernikahan akan aman. Karena sudah ada SOP dan protokol kesehatan yang jelas. Termasuk akan bertanggung jawab terhadap semua penyelenggaraan resepsi atau pernikahan di gedung-gedung dan lokasi di bawah ASGEPERINDO.
“Kami sanggup menjamin dan bertanggung jawab di setiap acara pernikahan yang di selenggarakan oleh gedung-gedung anggota ASGEPRINDO. Sarana dan prasarana kami sudah siap,” jelasnya.
Baca juga : Perlu Perubahan Strategi Ekosistem Ekonomi Terintegrasi
Sebelumnya, Plt Kepala Disparekraf DKI Gumilar Ekalaya mengatakan, hotel dan gedung yang ingin mengajukan pembukaan untuk resepsi pernikahan harus meminta permohonan izin ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.
"Bagi gedung-gedung pernikahan kalau mau buka kembali resepsi pernikahannya, mengajukan permohonan ke kami dengan melampirkan SOP dan protokol kesehatan seperti apa," kata Gumilar saat dikonfirmasi, Jumat (6/11).
Setelah itu mereka baru bisa memasukan permohonan dengan lampiran tersebut. Usai permohonan masuk ke Disparekraf, akan ada Tim Gabungan yang melakukan penilaian, review, dan evaluasi dari SOP dan protokol yang akan diterapkan. Jika hal-hal ini sudah terpenuhi, akan ada berita acara. Kemudian berita acara tersebut dibahas kembali oleh Tim untuk keputusan akhir.
"Begitu mereka sudah memasukan permohonannya, nanti akan ada tim gabungan yg akan menilai, direview, evaluasi, sop nya sudah melalui standar belum, nanti ada dialog, dan sebagainya. Kalau itu semua sudah bisa dipenuhi, ada berita acara, dibahas di tim. Apa sudah layak apa belum yang diajukan itu per gedung, asosiasi, perkumpulan," paparnya. (OL-7)
PENGELOLA jaringan minuman dan makanan, PT PWN berhasil memangkas kerugian hingga 74 persen berkat strategi efisiensi operasional dan diversifikasi lini bisnis non-ritel.
Gangguan sistem atau downtime menjadi ancaman serius bagi produktivitas perusahaan. Simak solusi infrastruktur IT dari PT Nusa Network Prakarsa.
Kualitas pendidikan bisnis menjadi faktor penentu daya saing nasional. Standar global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Jika geocoding tradisional sering kali hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, inovasi ini memungkinkan pengguna menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Idealnya, calon pengantin sudah mulai melakukan rangkaian treatment setidaknya enam bulan sebelum hari pernikahan.
Menyambut momen bahagia, Dermalogia pun merancang program perawatan yang dipersonalisasi, menyesuaikan kebutuhan kulit dan tubuh Syifa.
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Peneliti IPB University mengungkap faktor penyebab penurunan angka pernikahan di Indonesia, mulai dari ekonomi hingga tren "Marriage is Scary".
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved