Transformasi Model Bisnis Bantu Tekan Kerugian

Rahmatul Fajri
09/4/2026 14:15
Transformasi Model Bisnis Bantu Tekan Kerugian
Ilustrasi, gerai minuman.(Dok. IDX)

PENGELOLA jaringan minuman dan makanan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (PWN), mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil memangkas kerugian hingga 74 persen secara tahunan (year-on-year) berkat strategi efisiensi operasional dan diversifikasi lini bisnis non-ritel.

Perbaikan fundamental ini didorong oleh perubahan arah bisnis perusahaan yang kini lebih fokus pada model usaha yang dapat ditingkatkan (scalable) dan berkelanjutan. Momentum ini menandai fase baru bagi perseroan untuk mengejar profitabilitas di masa depan.

Direktur PT PWN, Maulana Hakim, menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode krusial bagi perusahaan untuk melakukan penataan ulang strategi (re-strategize).

“Fokus kami bukan lagi sekadar ekspansi jumlah gerai, melainkan memaksimalkan produktivitas per aset dan memangkas biaya non-esensial demi mencapai bottom-line yang lebih kuat,” ujar Maulana dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Salah satu pendorong utama perbaikan kinerja ini adalah kontribusi signifikan dari unit bisnis baru di segmen non-ritel. Lini bisnis daging beku (frozen meat) berhasil menyumbang pendapatan sebesar Rp 32,8 miliar pada tahun 2025. Sementara itu, segmen minuman tetap menjadi kontributor penting dalam portofolio perseroan dengan capaian Rp 8,6 miliar.

Langkah diversifikasi ini menandai pergeseran bertahap PWN dari model bisnis berbasis ritel gerai menuju penguatan produk dan distribusi. Dengan portofolio baru ini, perseroan kini mampu menjangkau pasar Business-to-Business (B2B), seperti industri katering, perhotelan, hingga perdagangan modern (modern trade).

“Ekspansi ini memungkinkan penetrasi ke pasar B2B dan modern retail jauh lebih cepat dengan margin yang lebih stabil dalam jangka panjang,” tambah Maulana.

Sepanjang tahun lalu, perseroan secara disiplin melakukan restrukturisasi operasional. Langkah strategis ini mencakup penutupan titik-titik penjualan yang tidak produktif serta sentralisasi rantai pasok. Strategi tersebut terbukti efektif dalam menurunkan beban usaha secara keseluruhan.

Guna menjaga momentum positif pada tahun 2026, PWN berencana terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi rantai pasok dan peningkatan kapasitas persediaan. Manajemen optimistis bahwa transformasi yang dilakukan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dengan fokus pada kualitas pendapatan dan pengembangan saluran distribusi, PT PWN menargetkan posisi keuangan yang semakin solid dan segera mencapai fase profitabilitas di masa mendatang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya