Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada hari ini, Rabu (23/9) tertekan pasca testimoni Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell.
Berdasarkan pantauan pada pukul 09.32 WIB, rupiah melemah 0,12% atau 18 poin menjadi Rp14.803 per USD dari sebelumnya Rp14.785 per USD.
"Sentimen penguatan dolar AS masih terlihat di pasar keuangan pasca testimoni Gubernur Bank Sentral AS di hadapan Kongres yang mengungkapkan bahwa ekonomi masih penuh ketidakpastian," ungkap Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.
Mempertimbangkan sentimen tersebut, lanjut Ariston, rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS pada hari ini. "Di sisi lain, dari dalam negeri, kepastian resesi juga bisa menjadi tekanan untuk rupiah hari ini," ujarnya.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.750 per USD hingga Rp14.850 per USD. (OL-13)
Baca Juga: Ini Dua Faktor Penyebab Kurs Rupiah Naik Turun
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Kenaikan harga energi global, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian pasar keuangan kembali menekan stabilitas ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 108 poin ke level Rp17.289 pada Kamis (23/4/2026) pagi. Simak analisis pergerakan kurs hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved