Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan pemerintah kerap menghadapi tarik ulur atau trade off kebijakan dalam situasi krisis akibat pandemi covid-19.
"Mengambil kebijakan di situasi krisis akan selalu dihadapkan yang namanya trade off," tutur Suahasil dalam diskusi virtual, Rabu (8/7).
Saat pandemi, hal pertama yang menjadi tantangan pemerintah ialah keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Apabila kegiatan ekonomi dibuka dengan menerapkan protokol pencegahan covid-19, seharusnya aspek keselamatan dan kesejahteraan tidak menjadi masalah.
Baca juga: Menkeu: Dibandingkan Negara Lain, Ekonomi Indonesia Lebih Baik
Kedua, terkait dengan kecepatan pelaksanaan program dan tingkat akurasi. Permasalahan ini selalu muncul dan seakan tidak pernah selesai. Pemerintah harus mengeksekusi program penanganan covid-19 secara cepat. Namun, di lain sisi tingkat akurasi tidak seperti yang diharapkan.
"Kalau itu (data) mau bagus dulu, tidak ada inclussion error dan exclussion error. Maka kecepatannya akan lambat. Kita diharapkan untuk kecepatan dan mungkin tidak 100% akurasinya," imbuh Suahasil.
"Harus kita cari balance-nya. Itu tidak bisa hanya balance secara konsepsi, tapi juga harus bisa diterima hukum karena ujungnya nanti ada audit. Bisa berujung ke proses hukum," pungkasnya.
Baca juga: Kemnaker: 1,7 Juta Orang Alami PHK dan Dirumahkan Akibat Pandemi
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah menggandeng aparat penegak hukum dalam merumuskan kebijakan di masa pandemi. Tujuannya, ada pengawasan yang konsisten dan menghindari praktik kecurangan.
"Saat ini, aparat hukum kita libatkan dalam merumuskan kebijakan. Kejagung, KPK, kepolisian, BPKP, bahkan sejak awal kita menggandeng BPK. Tidak hanya untuk BLT, tapi untuk semua program yang ada," terang Suahasil.
Persoalan ketiga ialah data proyeksi rumusan pemerintah dan data historis terkait masa krisis. Saat ini, pemerintah mengandalkan data proyeksi yang dibuat. Sebab, Indonesia tidak memiliki pengalaman menghadapi krisis akibat pandemi.
Baca juga: New Normal, Presiden Ingatkan Daerah Buka Sektor Publik Bertahap
Lebih lanjut, dia menyebut pemerintah tidak ingin menunggu lama untuk pemanfaatan data historis. Sebab, untuk mendapatkan data historis, pemerintah harus menunggu dampak pandemi terhadap perekonomian selama beberapa bulan tanpa intervensi. Alhasil, ekonomi domestik berpotensi semakin terpuruk.
Keempat, pemerintah dituntut untuk memberikan kepastian. Padahal, pandemi covid-19 meningkatkan ketidakpastian di berbagai aspek. Hal ini, kata Suahasil, terangkum dari trade off sebelumnya. Penerbitan regulasi baru menjadi salah satu solusi yang dimiliki pemerintah.
Terakhir ialah menghindari penumpang gelap dan timbulnya moral hazard dalam program penyelamatan ekonomi nasional. Di sisi lain, pemerintah juga memikirkan pihak yang akan menanggung beban saat menghadapi krisis.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved