Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mengatakan kalung antivirus korona berbahan eukaliptus akan siap dipasarkan pada Agustus ini. Menurut Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry, kalung ini akan diproduksi oleh PT Eagle Indopharma.
“Kalung pada bulan Agustus akan siap dipasarkan untuk masyarakat. Sementara itu, untuk inhaler dan roll on itu produknya akan siap akhir Juli ini,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/7).
Baca juga: Mentan: Kalung Antivirus Akan Diproduksi Massal Bulan Depan
Produk kalung merupakan aksesoris aromaterapi yang didesain dalam bentuk seperti name tag yang mudah dibawa ke mana saja. Menurutnya, produk aksesoris aromaterapi ini bisa saja didesain sebagai gantungan kunci, kipas, bolpen atau bentuk lainnya yang mengantarkan aromaterapi.
“Produk kalung aromaterapi Balitbangtan diformulasikan berbasis minyak Eucalyptus sp. Dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori,” imbuhnya.
Dengan teknologi nano, sambungnya, ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas permukaannya menjadi sangat besar. Dengan demikian, luas bidang kontaknya menjadi sangat besar dan dapat menekan penggunaan bahan aktif.
Produk ini, sambungnya, mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release) sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan efek aromaterapi yang optimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya.
Meski dikatakan sebagai antivirus korona, produk ini masuk kategori jamu oleh izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengujian telah dilakukan melalui bahan aktif tanaman potensial hasil ekstraksi diperoleh kemudian diuji karakteristik dan kemampuan anti-virusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio.
Baca juga: Kementan Bantah Kalung Eucalyptus Mampu Bunuh Covid-19
Hasil pengujian terhadap beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa eukaliptus mampu membunuh 80-100% virus influenza dan korona.
“Secara laboraturium ini sudah kita uji berpotensi membunuh virus korona termasuk H5N1 dan influenza. Kenapa belum uji klinis, karena lama prosesnya bisa sampai 18 bulan,” pungkasnya. (Hld/A-3)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved