Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH publik dikejutkan antrean calon penumpang yang berhimpitan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero) bersama stakeholder menetapkan kebijakan baru untuk memastikan penerapan physical distancing.
Khususnya bagi calon penumpang saat menjalani proses keberangkatan rute domestik di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan baru mulai diberlakukan Jum’at (15/5) ini di Terminal 2 dan Terminal 3.
Tujuannya, menata kembali sistem antrean penumpang, pembatasan frekuensi penerbangan dan penetapan jumlah penumpang hanya 50% dari kapasitas kursi pesawat.
Baca juga: Pelonggaran Transportasi Sebabkan Petugas Bandara Kewalahan
“Kami melakukan evaluasi dan kemudian mengimplementasikan kebijakan baru. Pada pagi ini, proses keberangkatan penumpang di rute domestik berjalan lancar, baik di Terminal 2 maupun Terminal 3,” ujar President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Jum’at (15/5).
Saat ini, sistem antrean penumpang di Terminal 2 dibagi menjadi empat posko. Posko pertama adalah verifikasi dokumen calon penumpang yang dilakukan di curb side, atau menjelang pintu masuk gedung terminal.
Kemudian, posko kedua di dalam gedung terminal, yakni tempat calon penumpang mengisi dokumen kartu kewaspadaan kesehatan (HAC) dan formulir epidemiologi, serta pengukuran suhu tubuh.
Baca juga: Antrean Mengular di Soetta, AP II: Ada 13 Penerbangan Bersamaan
"Setelah itu calon penumpang memasuki pos pemeriksaan pertama (SCP I) untuk dilakukan verifikasi surat kesehatan dan dilakukan tes kesehatan. Kemudian, calon penumpang menuju konter check-in untuk verifikasi seluruh dokumen dan memproses check in," jelas Awaluddin.
Dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dinyatakan setiap calon penumpang pesawat harus memenuhi syarat kelengkapan berkas dokumen, sebelum diperbolehkan terbang. Syarat dokumen mencakup tiket penerbangan, surat keterangan dinas dan surat kesehatan bebas covid-19.
Perseroan meminta calon penumpang dapat memahami proses verifikasi dokumen, yang menyebabkan proses keberangkatan tidak secepat kondisi normal. Calon penumpang disarankan mengikuti tanda untuk mewujudkan physical distancing.
Baca juga: Pembatasan Transportasi Belum Efektif Tekan Penularan Covid-19
Selain pengaturan ulang sistem antrean, otoritas juga menyepakati pembatasan frekuensi penerbangan. Slot penerbangan menjadi 5-7 penerbangan per jam di Terminal 2, agar tidak terjadi penumpukan calon penumpang. Saat pandemi, Bandara Soekarno-Hatta hanya melayani 200 penerbangan setiap hari.
Pada Jum’at (15/5) ini, jadwal keberangkatan rute domestik di Terminal 2 Soekarno-Hatta, yaitu Lion Air sebanyak 1 penerbangan, Batik Air 15 penerbangan dan Citilink 9 penerbangan.
Sementara untuk kedatangan rute domestik di Terminal 2, yakni Lion Air sebanyak 2 penerbangan, Batik Air 15 penerbangan dan Citilink 10 penerbangan. Adapun di Terminal 3, jadwal keberangkatan rute domestik oleh Garuda Indonesia sebanyak 29 penerbangan. Berikut 29 penerbangan untuk kedatangan rute domestik.(OL-11)
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat sejumlah pencapaian sektor aviasi selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026.
Kapolda DIY memastikan pengawasan akan diperketat di jalur-jalur yang memiliki kondisi tertentu guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas.
BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur.
Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura telah lebih dulu memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah mereka untuk mencegah masuknya virus Nipah.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta,.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved