Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan periode arus modal masuk (capital inflow) dan arus modal keluar (capital outflow) di Indonesia dapat dilihat dari pola data historis.
Menurut Perry, pada akhirnya pola pergerakan arus modal asing ke Indonesia akan berimplikasi pada penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) dan penguatan nilai tukar rupiah.
"Kalau kita lihat rujukan. Kita lihat angka-angka dari 2011 sampai sekarang, rata-rata periode outflow selama 4 bulan, tidak lebih dari 4 itu. Jumlah yang outflow berapa? Sekitar Rp 29,2 triliun," papar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (30/4).
Baca juga: Bappenas: 2021, Titik Pemulihan Ekonomi dan Sosial Pascapandemi
"Tapi setelah outflow, apa yang terjadi? Ada periode inflow. Berapa lama? 21 bulan. Jumlah yang inflow ke SBN berapa? Rp 229 triliun. Jadi maksud saya, memang kita berat saat ini. Tapi jangan terlalu pesimistis. Liat angka-angka historis," sambung Perry.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kondisi pasar modal di negara berkembang masih bergejolak. Hal itu berdampak pada cadangan devisa di Bank Indonesia yang mengering, serta melemahnya nilai tukar rupiah.
Baca juga: Khawatir NPL Naik, Banyak Investor Lepas Saham Perbankan
"Capital flow masih jadi satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian dan gejolak yang harus kita jaga bersama. BI tentu yang paling depan, karena ini langsung berimbas pada nilai tukar rupiah dan cadangan devisa. Namun ini juga memengaruhi SBN dan penerimaan negara," jelas Ani, sapaan akrabnya.
Belum lagi, lanjut dia, pandemi covid-19 menyebabkan banyak pemodal khawatir dan mulai bertindak irasional. Pasalnya, modal asing yang tercatat dalam SBN keluar hingga Rp 120 triliun per Maret.
"Memang Maret kemarin sangat menantang. Kepanikan akibat covid-19 menyebabkan terjadinya hal yang irasional pada sektor keuangan," tandas Ani.(OL-11)
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Tren kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup pada rekor tertinggi baru di level 8.051,1 atau naik 0,53%.
Sejak awal tahun hingga 3 Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,95 triliun dan Rp34,72 triliun.
Sejak awal tahun ini hingga 15 Mei 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,23 triliun dan Rp20,54 triliun.
DI tengah ketidakpastian global dan naiknya tensi geopolitik, Indonesia justru mencuri perhatian sebagai salah satu primadona investasi asing di kawasan Asia Tenggara.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved