Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk awal tahun ini.
“Saat ini karena masih di awal tahun anggaran, ketersediaan pupuk bersubsidi masih aman. Namun, kewaspadaan terus-menerus harus dilakukan,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IV DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Sebagai informasi, pemerintah telah menyiapkan 7.949.303 ton pupuk bersubsidi yang siap disalurkan di sepanjang 2020. Alokasi anggaran pupuk bersubsidi yang berasal dari Kementerian Keuangan tersebut menyentuh angka Rp26,6 triliun.
Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia per 14 Februari 2020, tercatat sudah 1.430.875 ton (17,98%) pupuk bersubsidi yang telah tersalurkan.
“Bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian telah melakukan langkah antisipatif menghitung kembali alokasi pupuk bersubsidi berdasarkan rilis single data terbaru dan sudah tidak teralokasikannya pupuk subsidi untuk petani tambak,” ujarnya.
Dari 7.949.303 ton pupuk subsidi yang disiapkan, terdapat lima jenis pupuk subsidi yang siap disalurkan, yaitu urea 3.274.303 ton, SP36 sebanyak 500.000 ton, ZA 750.000 ton, NPK 2.705.000 ton, dan pupuk organik sebanyak 720.000 ton.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menegaskan pemerintah menyediakan pupuk sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dan alokasi anggaran sesuai luas baku lahan sawah yang ditetapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.
“Kami mengimbau di level kecamatan agar percepat pendataan dan diusulkan alokasinya. Yang terpenting, alokasi pupuk bersubsidi hanya bagi kelompok tani,” tegas Kuntoro. (Uta/E-1)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved