Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TALENTA digital di Indonesia untuk mengisi posisi pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi digital masih sulit dicari di Indonesia.
Padahal, menurut VP Data Science Gojek Indonesia Syafri Bahar, tenaga kerja dengan skill digital sangat dibutuhkan untuk pengembangan ekonomi digital. Diperkirakan pada 2030 mendatang Indonesia membutuhkan 17 juta talenta digital
"Memang butuh waktu buat pick up. Jadi dari sisi susah atau gaknya jadi masalah umum. Kita memang lagi susah buat cari misalnya untuk posisi Data Science," ujarnya seusai acara The Jakarta Post Outlook: Innovating Talents for The Digital Economy, Kamis, (5/12).
Sementara itu, tantangan ke depan untuk kebutuhan talenta digital akan semakin besar. Tantangan terbesar, menurut Syafri ialah mencari titik temu antara kebutuhan industri dengan talenta digital yang kini tersedia.
Baca juga : Dipimpin Intudo Ventures, Populix Raih Pendanaan 1 Juta Dollar AS
"Agak susah juga dihitung secara kuantitas sekarang. Yang jelas faktanya salah satu indikatornya kaya tadi buat filling positionnya itu susah. Tapi yang pasti sekarang shortage of supply lah. Lebih tepatnya supply yang match dengan yang dibutuhkan di industri masih jadi tantangan," jelasnya.
Menurutnya, untuk dapat memenuhi kebutuhan talenta tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan harus ada penyesuaian antara program pemerintah dan kebutuhan industri.
Selain itu, masyarakat pun sudah harus bisa memprediksi pekerjaan seperti apa yang dibutuhkan di masa depan.
'Koordinasi antara peemeintah dan industri itu penting banget. Dan sudah searah dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar dijalankan secara pararel. Karena butuh waktu bertahun-tahun. Jadi dalam beberapa tahun itu tugas untuk harus bisa memprediksi talenta yang kira-kira beberapa tahun ke depan seperti apa. Jadi kita bisa siapkan dari sekarang," pungkasnya. (OL-7)
Learning and Development Summit 2026 menjadi ruang pertemuan para praktisi SDM dan pembelajaran untuk membahas arah pengembangan talenta di tengah transformasi digital.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Sebagai bagian dari program kerja ekspansi global, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) kembali merealisasikan langkah strategis dengan mengirimkan tenaga profesional Indonesia.
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama UGM.
Program SMA Unggul Garuda Transformasi mulai menunjukkan dampak konkret dalam mendorong lahirnya talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar kuliah umum bertajuk BCA Berbagi Ilmu (BBI) di Bina Nusantara University (Binus) Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved