Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan 3,7 juta ton pupuk bersubsidi segala jenis ke seluruh Tanah Air.
Sebagai rincian, jumlah tersebut terdiri dari 1,63 juta ton urea, 384.446 ton SP-36, ton dan 373.720 ton ZA, 1,03 juta ton NPK dan 284.393 ton pupuk organik.
Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan jumlah yang telah terdistribusi itu sudah mencapai 42% dari target penyaluran keseluruhan sepanjang 2019 yakni 8,8 juta ton
Ia mengaku pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan penyaluran pupuk bersubsidi lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,5 juta ton.
Hal itu disebabkan oleh adanya perubahan data luas lahan sawah.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA). Pada data anyar itu disebutkan luas baku sawah di Tanah Air hanya 7,1 juta hektare (ha), jauh di bawah data luas sawah lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, 8,1 juta ha.
Baca juga: Pupuk Indonesia Sebar 6.000 Paket Pangan Murah
"Sebagai operator, kami hanya menindaklanjuti penugasan pemerintah saja. Berapapun angkanya, kami jalankan," ujar Wijaya melalui keterangan resmi, Sabtu (25/5).
Tetapi, sebagai langkah antisipasi kebutuhan yang lebih tinggi dari alokasi penugasan, perseroan menyiapkan dan menyalurkan stok pupuk nonsubsidi ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
"Jadi kalau kebutuhan petani lebih besar, mereka tetap bisa mendapatkan pupuk, tetapi nonsubsidi," tuturnya.
Dengan adanya program pubuk bersubsidi, petani petani bisa membeli pupuk urea Rp1.790 per kilogram (kg). Tanpa subsidi, harga asli pupuk jenis itu di pasaran mencapai Rp4.800 per kg. Artinya pemerintah memberi subsidi sebesar Rp3.010 per kg. (OL-7)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved