Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS harga saham gabungan IHSG pada perdagangan Rabu (13/2) kemarin ditutup melemah. IHSG ditutup melemah di level 6.419,11 (-0,11%), pelemahan didorong oleh sektor Finance (-0,87%) dan sektor Infrastruktur (-0,74%).
Pelemahan diakibatkan minimnya sentimen yang mampu mendorong pergerakan. Di sisi lain tercatat investor asing melakukan penjualan bersih Rp1,38 Triliun.
Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 25.543,27 (+0,46%), NASDAQ ditutup 7.420,38 (+0,08%), S&P 500 ditutup 2.753,03 (+0,3%).
Penguatan didorong oleh optimisme investor yang berharap Tiongkok dan AS akan segera mencapai kesepakatan dagang. Presiden Donald Trump, pada hari selasa mengatakan ia terbuka untuk melonggarkan tenggat waktu bisa China dan AS dapat mencapai kesepakatan dagang.
Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu delegasi AS hari jumat di sela-sela perundingan dagang tingkat tinggi yang dimulai senin lalu oleh perundingan tingkat wakil menteri.
"IHSG diprediksi melemah dengan resistance di kisaran 6,482- 6,450 dan Support pada kisaran 6,392-6,366," ujar analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Kamis (14/2).
Baca juga: OJK Tindak Tegas Tekfin Ilegal
Sebelumnya PT Mandiri Manajemen Investasi juga memproyeksikan aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar modal masih akan berlanjut tahun ini. Namun besaran net sell diprediksi tidak sekencang tahun lalu.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan tahun lalu net sell asing mencapai Rp 50,75 triliun di pasar saham tanah air, dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,54%.
Portfolio Manager Mandiri Manajemen Investasi Aldo Perkasa menilai masih ada peluang arus modal asing bakal kembali masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, meskipun saat ini aksi jual masih terjadi. Hal itu dipengaruhi dari sikap bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang mulai melunak.
"Secara historis, dana asing itu 2 tahun sudah keluar Rp 90,62 triliun total, sekarang ini baru masuk Rp 25 sampai Rp30-an triliun. Apakah asing masuk semua. Saya belum bisa jawab, karena itu tergantung faktor makroekonomi dan lain lain," kata Aldo kepada wartawan dalam acara Market Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (13/2).
Data BEI, net sell tahun lalu sebesar Rp 50,75 triliun, lebih tinggi dari aksi jual pada 2017 sebesar Rp 39,87 triliun.
Menurut Aldo, kondisi aksi jual investor asing selama dua tahun berturut-turut tentu patut diwaspadai. Sebab, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa investor sudah tak lagi melirik Indonesia sebagai destinasi untuk berburu saham.
Pekan ini, perusahaan sekuritas global Credit Suisse menurunkan rekomendasi terhadap pasar saham Indonesia menjadi 10% underweight (mengurangi bobot) dari sebelumnya 20% overweight (menambah bobot) karena penguatan signifikan pasar saham domestik sejak Mei 2018.
Ada sejumlah alasan Credit Suisse menurunkan rekomendasi atas pasar saham Indonesia, di antaranya, Pasar saham Indonesia sudah jenuh beli (overbought) dan jenuh dimiliki (over-owned) dibanding posisinya secara historis. Saham Indonesia juga dinilai ditransaksikan pada valuasi premium yang sudah tidak menarik (sudah mahal).
Meski dibayangi net sell, Aldo meyakini, potensi arus modal masuk ke Indonesia atau net buy masih tinggi. Sebab, imbal hasil obligasi di Indonesia cukup tinggi, sehingga dinilai tetap menarik bagi investor.
"Asing, kami pikir kemungkinan buat masuk masih ada, apalagi dilihat dari yield bond kita sekarang spread cukup menarik," tuturnya. (OL-3)
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global. Meski reformasi diakui, MSCI masih menahan kebijakan terhadap Indonesia hingga review Juni 2026.
OJK, BEI, dan KSEI tuntaskan 4 agenda reformasi pasar modal, termasuk kenaikan free float 15% dan transparansi kepemilikan saham di atas 1%.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 15 perusahaan saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering.
Prajogo Pangestu jadi sorotan setelah saham BREN masuk daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi versi BEI, ini dampaknya bagi investor.
IHSG turun 0,99% ke 7.026 pada pekan 30 Maret-2 April 2026. Kapitalisasi pasar BEI menyusut, asing catat net sell Rp33,83 triliun.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved