Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, 51, mengajak masyarakat untuk tetap beribadah secara khusyuk selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Dia meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan bertawakal dalam menjalani keseharian.
“Beribadahlah sesempurna kamu bisa. Jangan lupa itu adalah ikhtiar kita secara spiritual menuju ke sesuatu yang secara individu pasti akan punya cara yang berbeda,” ujar Ganjar dalam obrolan Live Instagram dengan komunitas lari, Kamis (23/4).
Dia juga mengajak seluruh kaum muslim yang menjalankan puasa untuk membayar zakat di depan atau awal Ramadan. Alasannya, zakat tersebut tentu akan bisa dimanfaatkan kepada mereka yang sekarang terbebani ekonominya akibat wabah virus korona baru (covid-19).
“Agama mengajarkan dengan selalu ibadah, salat, membaca Alquran, zakat, infak, dan sedekah akan sangat menolong sesama. Bila zakat dibayar di awal Ramadan saat pandemi covid-19 ini, tentu akan sangat membantu,” kata Ganjar.
Hampir dua bulan menjalani bekerja dari rumah (work from home) untuk menekan penyebaran virus korona, Ganjar akhirnya lebih dilatih untuk berbicara jarak jauh secara daring. Hal ini sudah dia lakukan untuk menganggapi beberapa masalah, misalnya, protes dari banyak siswa di Jawa Tengah yang merasa bukan mendapat pelajaran daring, melainkan hanya diberi tugas-tugas.
Politikus PDIP itu jadi bisa belajar bikin podcast dan mengundang tamu. Pada akhirnya, kata dia, hari ini orang Indonesia bisa dipaksa untuk menyelesaikan persoalan dari rumah dengan teknologi jarak jauh. Mereka jadi terbiasa. Berkat teknologi, sejauh apa pun jarak menjadi pendek dan realtime.
“Saya juga mencoba aktif di Live Instagram. Ternyata banyak yang menyimak dari Indonesia, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura. Sahabat-sahabat saya para TKI dan TKW bisa ikut mengobrol dari yang biasanya dulu hanya obrolan teks. Saya juga diundang Duta Besar Indonesia di Portugal untuk mengobrol dengan warga Indonesia di sana,” kata pria lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.
Tetap bersepeda
Hal baru yang dia juga rasakan terjadi di masyarakat, terutama statistik penduduk di Jawa Tengah ialah tren orang pergi ke rumah sakit karena penyakit umum lainnya, menurun.
Hipotesis optimistisnya ialah orang menjadi punya kebiasaan hidup lebih sehat dengan mencuci tangan sesering mungkin, rajin minum jamu, juga berolahraga.
“Banyak sekali pengalaman yang kita dapat dari work from home. Setiap hari saya juga masih bersepeda, melihat kondisi pasar, menemui mahasiswa yang tidak mudik, dialog bersama masyarakat di kampung-kampung dengan kampanye jaga jarak, mengenakan masker, itu menjadi pengalaman yang unik,” kata Ganjar.
Dalam kesempatan itu, dia juga berterima kasih kepada orang yang tidak mudik dan menyebut mereka sebagai pejuang.
“Anda berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Yang tidak mudik itu pahlawan. Mindset-nya kita ajak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Kami bantu persoalannya dengan mereka harus tetap tinggal di dalam rumah dan tidak mudik. Kesadaran itu yang harus dibangun. Garda terdepan untuk melawan covid-19 ialah diri kita sendiri, senjata kita utamanya adalah air mengalir dan sabun,” kata Ganjar.
Dia mengingatkan agar masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di bulan puasa. Untuk menghindari keramai an, orang bisa berlari di malam hari, olahraga di tempat, seperti melakukan push-up. Jiwa dan raga yang sehat, kata Ganjar, penting untuk kelangsungan hidup. (M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved