Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kita sadar kuman dan bakteri bisa menyebabkan penyakit masuk dalam tubuh kapan saja. Namun bisa dicegah dengan cara membersihkan tangan.Tidak sedikit dari kita mengandalkan hand sanitizer untuk membersihkan tangan tanpa menggunakan air. Bahkan dokter dan pasien di rumah sakit melakukan hal yang sama guna menetralkan virus yang tersentuh, termasuk virus flu.
Sayangnya penggunaan hand sanitizer tidak bisa mengatasi flu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Kyoto Profectural University di Jepang menemukan flu bisa menjadi perantara ketika virus ada di lendir, seperti bersin. Bahkan setelah dua menit berendam dalam desinfektan berbasis alkohol, seperti hand sanitizer, virus itu masih hidup.
Para peneliti Jepang ini mengumpulkan sampel lendir dari pasien yang terinfeksi. Setelah diteliti di laboratorium, alkohol kurang efektif melawan sampel flu basah daripada sampel air liur kering.
Mereka meyakinkan 10 sukarelawan mengoleskan ujung jari mereka dengan ludah terinfeksi flu. Flu ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui tetesan-tetesan basah kecil yang disemprotkan ketika orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau berbicara.
Penutup mulut bermanfaat, tetapi tindakan pencegahan yang tidak sempurna. Jika Anda berdiri dalam antrean di dekat seseorang dengan flu, atau mungkin naik kereta, ada kemungkinan penyakit mereka membuat mereka bersin atau batuk ke arah umum Anda.
Dengan tidak adanya kamar mandi, pembersih tangan tampaknya menjadi alternatif saat bepergian. Tapi ketika mereka disiram air liur, virus, bahkan dua menit menggosok tangan mereka dengan sanitizer tidak sepenuhnya menonaktifkan flu.
Sanitizer hanya mengisolasi virus flu karena alkohol membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja melalui viscose spit. Di sisi lain, mencuci tangan secara menyeluruh selama 30 detik lebih cepat dan efektif memberantas virus flu.
Flu memang telah menyerang dunia setiap tahun, menewaskan antara 250ribu- 500ribu orang. Flu menyerang di waktu berbeda setiap daerahnya.
Tahun ini, sudah ada satu kematian akibat flu. Dilansir dari dailymail, seorang anak berusia empat tahun di California, Amerika SErikat, memiliki kondisi kesehatan mendasar yang meninggal awal bulan ini. "Kita tidak boleh lupa bahwa flu masih membunuh," kata Dr Cameron Kaiser, Petugas Kesehatan Masyarakat Kabupaten untuk Riverside, di mana anak itu meninggal.
"Saya selalu merekomendasikan orang-orang mendapatkan suntikan flu mereka setiap tahun, tetapi kematian yang begitu awal musim flu menunjukkan tahun ini mungkin lebih buruk dari biasanya," lanjutnya.
Beberapa zat mengandung senyawa antibiotik yang cenderung membunuh bakteri, tetapi tidak berguna melawan virus influenza. Alkohol, di sisi lain, adalah antiseptik dan dapat membunuh virus. (M-3)
Baca juga : Komedi Perdana yang Menjanjikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved